- Penguatan nilai tukar dolar hingga Rp17.000 menyebabkan lonjakan harga kedelai impor bagi perajin tahu di Kartasura, Sukoharjo.
- Harga kedelai meningkat mencapai Rp10.850 per kilogram, sehingga para perajin kesulitan menutupi biaya produksi dan operasional usaha.
- Mayoritas perajin di wilayah tersebut memilih bertahan dengan harga jual saat ini demi menjaga daya beli konsumen.
SuaraSurakarta.id - Industri tahu di wilayah Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo ikut berimbas usai dollar menguat.
Pasalnya itu berdampak bahan baku kedelai dan kebutuhan pokok harganya ikut naik. Kondisi ini membuat para pelaku usaha merasa was-was dan khawatir dengan hasil produksinya.
Karena harga bahan baku sudah sempat naik pada awal 2026 kemarin. Kemudian beberapa waktu lalu juga sudah naik.
Salah satu perajin tahu, Puryono (51) mengatakan kenaikan dollar saat ini yang begitu signifikan sampai di Rp17.000 ke atas itu sangat berpengaruh bagi perajin tahu tempe.
"Itu jelas sangat berpengaruh sekali. Karena apa? Bahan baku yang kita gunakan itu kedelai impor. Tentunya dengan dollar naik maka otomatis harga bahan baku kedelai naik," terangnya saat ditemui, Jumat (22/5/2026).
Puryono menjelaskan untuk bahan baku minggu kemarin sudah naik Rp 100 perkilo. Terus dua atau tiga hari ini naik lagi Rp 200 perkilonya.
"Kemungkinan ini akan naik lagi dengan kondisi dollar sekarang," ujar warga Brontowiryan RT 06 RW 1 Desa Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo ini.
Puryono mengatakan harga normal di bulan Agustus-September 2025 itu masih diangka Rp 9.800, Rp 9.900 perkilo. Bulan Januari 2026 naik sampai Rp 10.000 lebih, semakin ke sini sekarang naik lagi menjadi Rp 10.850 perkilo.
"Naiknya sudah sejak akhir tahun 2025 kemarin sampai saat ini. Sekarang diangka Rp 10.850, mungkin bisa naik lagi," terang dia.
Baca Juga: Kejagung Tinjau Masjid Sriwedari Solo yang Mangkrak sejak 2021, Pembangunan Bakal Dilanjutkan?
"Dulu di tahun 2018-2020 itu harga masih standar diangka Rp 7.500 hingga Rp 7.800. Tapi perjalanan sejauh ini dengan kondisi ekonomi dan situasi politik pemerintahan semakin naik," lanjut Puryono.
Menurutnya setiap hari selalu memproduksi tahu, sehingga setiap hari harus membeli bahan baku. Setiap hari selalu produksi 200 kilo, jadi tiap hari kedelai selalu ada.
"Tiap hari memproduksi 200 kilo. Jadi kedelai itu harus ada, ini belinya di supplier," ucapnya.
Puryono mengaku dengan kondisi saat ini para perajin belum bisa menyiasati harus bagaimana. Karena di tahun 2025 sudah menaikan harga walaupun tidak signifikan, kenaikan harga waktu itu mengikuti kondisi saat itu.
"Sekarang ini dengan kondisi dollar yang naik lagi, kita kesulitan untuk menaikan harga. Naiknya itu tidak banyak kalau tahu itu, kemarin naik Rp 25, Rp 50 per potongnya," sambung dia.
Kalau harga per potong itu macam-macam sesuai ukuran potongan tahuny. Ada yang Rp 250, Rp 300 hingga Rp 400 per potongnya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin
-
Ribuan Warga Solo Serbu Meet & Greet Harusnya Horror, Reza Arap: Senang Banget!