- Presiden Prabowo menetapkan kebijakan ekonomi melalui KEM dan PPKF untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional sesuai UUD 1945.
- PP P2N mendukung kebijakan ekonomi patriotik yang mengintegrasikan peran militer, masyarakat sipil, serta profesional demi menjaga stabilitas nasional.
- Pemerintah menugaskan TNI memproduksi komoditas pangan dan memimpin program Makan Bergizi guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
SuaraSurakarta.id - Pidato Presiden Prabowo Subianto pada rapat Paripurna DPR, memposisikan kebijakan strategis Indonesia dalam dinamika global.
Presiden Prabowo menegaskan adanya Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF). Keduanya adalah satu upaya nyata mewujudkan UUD 45 Pasal 33, menuju kemandirian ekonomi nasional serta penyelenggaraan kesejahteraan rakyat.
Meskipun menuai pro dan kontra, karena dianggap gagasan itu hanya wacana. Namun, arahan Presiden terkait ekonomi didukung penuh oleh Pengurus Pusat Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PP. P2N).
Abi Rekso, selaku Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis (HanStra) meyakini bahwa arahan Presiden perlu didukung serta sebagai patriotik wajib hukumnya berpartisipasi.
“Bagi kami ini adalah jalan manifestasi dari Pasal 33 UUD’ 45. Fiskal APBN untuk proteksi ekonomi rakyat, sedangkan Danantara harus agresif melakukan investasi dan intervensi global market. Negara berkepentingan melakukan proteksi industri dalam negeri, terhadap dinamika pasal global. Dalam istilah saya Ekonomi Parriotik.” Papar Abi Rekso.
Seraya Abi Rekso mengapresiasi positif kebijakan Menhan Sjafrie. Terkait pemberian penugasan khusus kepada TNI-AD untuk produksi padi dan jagung, sedangkan TNI-AL produksi kedelai.
Lebih dalam lagi Abi Rekso menekankan bahwa Program MBG juga perlu dipimpin dari kalangan militer. Dengan BGN dipimpin dari militer maka sinergitas kebijakan pangan akan afirmatif.
“Nah itu manifestasi Ekonomi Patriotik, keterlibatan militer menjadi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi bidang pangan. Jadi ada 3 pilar Ekonomi Patriotik; militer, masyarakat sipil dan kalangan profesional. Jika elemen ini bisa bekerja sama, Insha Allah stabilitas ekonomi terjaga.” Tutup Abi Rekso, Waketum HanStra Pengurus Pusat P2N.
Baca Juga: Bahagianya Para Ibu Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio
-
HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Libatkan 110 Tim, Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri ke Solo
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta