- Sekjen Pasbata Budianto Hadinegoro menanggapi pernyataan Saiful Mujani soal seruan menjatuhkan Presiden Prabowo di tengah masa jabatan.
- Pernyataan tersebut disampaikan Saiful Mujani dalam forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026.
- Pasbata menilai seruan tersebut tidak berdasar konstitusi dan dianggap sebagai provokasi emosional yang mencederai prinsip demokrasi yang sah.
SuaraSurakarta.id - Relawan Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo tanggapi dengan tegas pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menyerukan Prabowo harus dijatuhkan di tengah jalan dalam forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026.
Seperti diketahui, pernyataan Saiful Mujani tersebut terus menuai polemik dan kritik tajam dari berbagai kalangan.
Salah satunya yang diungkap oleh Sekretaris Jenderal Pasbata, Budianto Hadinegoro.
Budianto menyebut bahwa pernyataan Saiful Mujani tersebut sudah keluar jalur dari prinsip bernegara.
Menurutnya, dalam sistem demokrasi yang berjalan, presiden yang telah dipilih secara sah oleh rakyat tidak bisa begitu saja dijatuhkan di tengah jalan seperti maksud pernyataan Saiful Mujani.
Budianto menambahkan bahwa pernyataan Saiful Mujani tersebut tanpa landasan konstitusional yang jelas.
Ia menyebut, gagasan seperti itu justru terdengar seperti luapan emosi, bukan analisis rasional.
"Meminta presiden dijatuhkan di tengah jalan tanpa sebab itu konyol dan offside. Ini bukan kritik beradab, ini drama emosi tanpa nalar. Demokrasi bukan panggung sandiwara. Pasbata siap antar konsultasi ke dokter supaya hatinya bisa sembuh,” kata Budiyanto kepada awak media, Rabu (8/4/2026).
Budianto menyebut Saiful Mujani tengah teriak di ruang gema lantaran tidak mengedepankan pandangan akademik namun dorongan emosional atau spekulasi liar.
Baca Juga: Jokowi Bocorkan Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Para Tokoh
“Meminta presiden dijatuhkan di tengah jalan tanpa sebab itu konyol. Ini bukan kritik beradab, ini drama emosi tanpa nalar. Ini pikirannya bisa berbahaya karena di luar nalar dan berpotensi mengajak, menggiring opini dan bahkan masuk kategori memprovokasi," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
-
Soal Ijazah Gibran, KPU Solo Tegaskan Sudah Lakukan Verifikasi Secara Faktual