- Gubernur Ahmad Luthfi menanggapi ajakan pemakzulan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri rapat koordinasi di Kota Solo, Selasa (7/4/2026).
- Luthfi menilai narasi pemakzulan tidak relevan serta berpotensi memecah persatuan bangsa di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global.
- Ia mengimbau masyarakat menyampaikan kritik secara bijak dan berbasis data guna menjaga stabilitas politik serta kelancaran pembangunan nasional.
SuaraSurakarta.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, angkat bicara menyikapi adanya beberapa tokoh yang melontarkan ajakan pemakzulan atau impeachment terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Luthfi menilai, narasi tersebut tidak relevan dan berpotensi memecah belah persatuan nasional di tengah situasi dunia yang sedang tidak menentu.
Pernyataan tegas tersebut muncul usai Ahmad Luthfi menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Anggaran dan Pendapatan Tahun 2027 di Kota Solo, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, ajakan pemakzulan merupakan langkah yang tidak tepat mengingat saat ini hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi dan gejolak geopolitik global.
"Jangan asal njeplak (asal bicara). Jangan asal bicara tanpa menggunakan dasar data yang akurat dalam menyampaikan pendapat maupun kritik kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto," jelas dia.
Ditekankan, stabilitas politik dalam negeri menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk bertahan dari krisis global.
Ia meminta, para tokoh masyarakat dan kritikus untuk lebih bijak dalam menyampaikan narasi di ruang publik. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kegaduhan yang kontraproduktif bagi pembangunan nasional.
Dirinya juga mengingatkan, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun harus tetap menjunjung tinggi etika dan berbasis pada fakta lapangan.
Ia mengkhawatirkan narasi impeachment yang tanpa dasar kuat justru akan mengganggu fokus pemerintah dalam menjalankan program-program strategis untuk kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Jokowi Bocorkan Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Para Tokoh
“Kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini sangat menekan. Kita butuh persatuan, bukan narasi-narasi yang justru memperkeruh suasana tanpa data yang jelas,” pungkasnya.
Melalui pernyataannya, Luthfi berharap, seluruh elemen bangsa dapat bersinergi menjaga kondusivitas wilayah. Khususnya di Jawa Tengah, guna mendukung jalannya roda pemerintahan pusat secara maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Keluh Kesah Perajin Tahu Imbas Dolar, Bahan Baku Terus Naik hingga Takut Mengurangi Ukuran Tahu
-
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
-
Efek Dolar Naik, Pedagang Pasar Naikan Harga Jual hingga Daya Beli Turun
-
Solo Safari Kini Buka Hingga Malam, Ada Hutan Menyala hingga Spot Foto Menarik
-
Professional Nahdliyin Apresiasi dan Dukung Arahan Prabowo Soal Ekonomi Patriotik