- Pedagang kecil di Kota Solo menghadapi lonjakan harga perlengkapan plastik hingga 50 persen sejak Senin, 6 April 2026.
- Kenaikan biaya kemasan tersebut mengakibatkan keuntungan pelaku UMKM sektor kuliner menipis secara drastis dalam operasional harian.
- Dinas Perdagangan Kota Solo menyarankan pelaku usaha mencari bahan alternatif guna menekan biaya produksi yang semakin melambung tinggi.
SuaraSurakarta.id - Di balik hiruk pikuk pasar dan geliat ekonomi kota, ada jeritan lirih dari para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang kini terhimpit oleh badai kenaikan harga. Kali ini, biang keladinya adalah lonjakan harga plastik yang mencapai angka fantastis, hingga 50 persen.
Kenaikan drastis ini bukan sekadar angka di laporan ekonomi, melainkan pukulan telak yang mengancam kelangsungan hidup usaha-usaha kecil, terutama di sektor kuliner, yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Febri Karunia, seorang pedagang Jagung Susu dan Keju (Jasuke) yang sehari-hari berjualan dengan penuh semangat, kini merasakan betul pahitnya situasi ini. Wajahnya menunjukkan dilema yang mendalam saat ia mengungkapkan perasaannya.
"Berat pastinya, semua bahan baku dari plastik naik terus harganya," ujarnya pada Senin (6/4/2026), dengan nada pasrah.
Baginya, kenaikan ini bukan hanya mengurangi keuntungan, tetapi juga mengikis harapan untuk bisa mengembangkan usahanya.
Febri merinci betapa drastisnya perubahan harga yang harus ia hadapi. "Kantong Plastik ukuran kecil (untuk makanan/minuman) isi 100 lembar harganya dari Rp 4 ribu menjadi Rp 6 ribu."
Itu baru kantong plastik. Untuk cup ukuran kecil 220 mililiter isi 50 buah, harganya melonjak dari Rp 10 ribu menjadi Rp 13 ribu.
Sendok plastik satu pack isi 100 buah pun tak luput, dari Rp 7 ribu kini menjadi Rp 10 ribu. Angka-angka ini mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, namun bagi Febri, setiap rupiah sangat berarti.
"Keuntungan jelas jadi sedikit tidak seperti dulu. Satu porsi itu Rp 5000, pakai 1 cup, 1 sendok, dan satu kantong plastik untuk pembeli," jelas Febri.
Baca Juga: Ini 5 Wisata Malam Solo untuk Nikmati Lebaran Idul Fitri
Bayangkan, dari satu porsi Jasuke seharga Rp 5.000, sebagian besar keuntungannya kini harus tergerus untuk biaya kemasan plastik. Ini membuat ongkos produksi melambung tinggi.
Febri dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual dan berisiko kehilangan pelanggan setia, atau tetap bertahan dengan keuntungan yang semakin tipis.
"Kalau mau naikkan harga tidak mungkin dilakukan, kasihan pembelinya, malah bisa kehilangan pelanggan. Ya sementara ya di sabarkan dulu sambil berharap harga plastik kembali normal," ungkapnya.
"Kalau untungnya tidak seberapa, yang penting nutup biaya produksi dulu,” lanjutnya.
Kisah serupa juga dialami oleh Sri Purwani, pedagang jus buah di Shelter Manahan. Dengan raut wajah cemas, Sri mengungkapkan keberatannya terhadap kenaikan harga plastik yang tak terkendali.
"Naiknya itu kira-kira ya lebih dari 30 persen," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Budaya Antikorupsi Diperkuat, BRI Gelar PELOPOR 2026 Bersama KPK
-
METRO Modest Fashion Week 2026 Digelar di Solo, Syariah Card Melonjak 95 Persen
-
Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab
-
Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026
-
Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo