- Presiden Jokowi bertemu Presiden Prabowo di Istana Jakarta pada Selasa (3/3/2026) membahas dua isu besar.
- Pembahasan meliputi peran Indonesia dalam *board of peace* dan penyesuaian tarif perdagangan dengan Amerika Serikat.
- Pertemuan dihadiri tokoh-tokoh penting lain untuk memberikan masukan konstruktif terkait isu global dan ekonomi.
SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) kemarin.
Jokowi menyebut pertemuan tersebut membahas dua hal besar, yakni masuknya Indonesia ke board of peace dan mengenai tarif dagang.
"Ya beliau bapak presiden menjelaskan mengenai dua hal besar, yaitu mengenai masuknya Indonesia ke board of peace. Dan yang kedua mengenai tarif dagang Indoneia-Amerika," terangnya saat ditemui, Jumat (6/3/2026).
Jokowi mengatakan yang pertama board of peace, beliau menyampaikan bahwa perlunya berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik.
"Ini agar dunia menjadi lebih damai," kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.
Jokowi menjelaskan yang kedua itu mengenai tarif, beliau juga menjelaskan bahwa tarif itu yang justru lebih banyak itu yang nol persen. Karena ada 1800 item komoditi barang yang diberikan bebas tarif nol persen.
"Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat," ungkapnya.
Jokowi menyebut bahwa pentingnya tarif bagi Indonesia, ini agar ekspor Indonesia ke Amerika semakin banyak.
"Karena Indonesia dengan Amerika sudah surplus, seingat saya kurang lebih 18 million USD. Saya kira ini sebuah angka yang sangat besar, yang itu bisa kita tingkatkan lagi surplusnya," jelas dia.
Baca Juga: Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Seperti diketahui, dalam pertemuan tersebut, ada juga Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin hingga ketua-ketua partai.
Jokowi mengapresiasi undangan Presiden Prabowo Subianto. Apalagi diundang juga tokoh-tokoh mantan presiden dan wakil presiden, mereka juga itu memberikan pendapat.
"Ya semua menyampaikan pendapat, memberikan saran. Ada Pak SBY, Pak JK, Pak Boediono, Pak Ma'ruf Amin, ketua-ketua partai, juga mantan-mantan menteri luar negeri. Semuanya memberikan masukan, yang menurut saya sangat baik forum-forum seperti itu dilakukan secara rutin," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Dari Dapur MBG, Santri Yatim Ini Bisa Menopang Ekonomi Keluarga
-
Gratis dari Pemerintah, Sekolah Rakyat Bikin Pembuat Tungku Ini Mampu Antarkan Anak ke Bangku SMA
-
Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal SP3 Kasus Ijazah Palsu: Semuanya Sudah Clear!
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Warga Gembira, Prabowo Bangun Lagi Jembatan Penghubung Klaten-Yogya yang Sempat Hanyut