- Ketua Harian PSI Ahmad Ali mengkritik desakan PDIP agar Wakil Presiden Gibran berkantor di IKN pada Rabu (20/5/2026).
- Ali menyatakan seharusnya pemerintah mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Keppres penetapan resmi IKN sebagai ibu kota negara.
- Merujuk putusan MK, Ali menegaskan Jakarta masih berstatus ibu kota sebelum adanya Keppres pemindahan pusat pemerintahan secara resmi.
SuaraSurakarta.id - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali melontarkan kritik keras terhadap PDIP terkait usulan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ali menilai permintaan tersebut salah sasaran. Menurutnya, pihak yang seharusnya didesak adalah Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) penetapan IKN sebagai ibu kota negara.
“PDIP salah alamat. Harusnya didesak itu Pak Presiden Prabowo untuk segera mengeluarkan Keppres penetapan IKN sebagai ibu kota negara,” kata Ahmad Ali usai bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rabu (20/5/2026).
PSI Singgung Putusan MK soal Status Jakarta
Ahmad Ali menjelaskan hingga saat ini status IKN belum sepenuhnya menjadi ibu kota negara karena masih menunggu Keppres Presiden.
Ia juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Jakarta masih berstatus ibu kota negara hingga ada keputusan resmi pemindahan.
“Putusan Mahkamah Konstitusi kemarin kan jelas, bahwa hari ini mengembalikan Jakarta sebagai ibu kota negara sembari menunggu keputusan presiden,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ali, tidak tepat jika desakan langsung diarahkan kepada Gibran untuk berkantor di IKN.
Ali menegaskan penugasan Wakil Presiden untuk berkantor di IKN sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Ahmad Ali Bongkar Alasan Jokowi Ingin Keliling Indonesia Lagi Setelah Pulih
“Nah jadi kalau kemudian IKN itu dianggap sebagai ibu kota negara, kemudian penugasan Mas Gibran ke sana atas desakan kawan-kawan PDIP, kedudukannya IKN hari ini apa?” katanya.
Ia kembali menegaskan langkah pertama yang harus dilakukan adalah penerbitan Keppres penetapan IKN sebagai ibu kota negara.
Barulah setelah itu Presiden bisa menentukan siapa yang akan berkantor di IKN.
Dalam pernyataannya, Ahmad Ali juga menyentil sikap PDIP yang dinilai terlalu didasari sentimen politik terhadap Gibran.
Ia meminta anggota DPR menyampaikan pendapat secara rasional dan memberi edukasi kepada publik.
“Jangan didasari dari kebencian sehingga kemudian membuat pernyataan-pernyataan yang tidak rasional,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Ahmad Ali Bongkar Alasan Jokowi Ingin Keliling Indonesia Lagi Setelah Pulih
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Geger Politik! PSI Klaim 20 Anggota DPR Aktif Pindah Haluan, Efek Jokowi Jadi Magnet Kuat?
-
Pasbata Sebut Saiful Mujani Offside, Pikirannya Bisa Berbahaya Seperti Ideologi PKI
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Akses Keputren dan Ruang Pusaka Masih Dikunci, Revitalisasi Keraton Solo Terhambat
-
HYDROPLUS Soccer League All Stars: Putri Surakarta U-15 Gugur di Fase Grup
-
Protes Harga Telur Anjlok Drastis, Peternak Ayam Gelar Aksi Mandi Telur
-
Respon Jokowi Soal Injak Kepala Kerbau Dikaitkan Sama Politik, Itu Bentuk Penghormatan
-
Pakai Hasil Iuran Warga, Jembatan Sasak Diatas Sungai Bengawan Solo Kembali Dibuat