Budi Arista Romadhoni
Senin, 13 April 2026 | 16:17 WIB
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus saat ditemui usai menemui Presiden ke-7 Jokowi. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan terdapat 15 hingga 20 anggota DPR RI aktif yang akan berpindah ke PSI.
  • Kepindahan para politisi tersebut didorong oleh ketertarikan mereka terhadap sosok Presiden ke-7 Jokowi sebagai patron utama partai.
  • Pengumuman resmi mengenai identitas para legislator yang bergabung akan disampaikan menyusul untuk menjaga dinamika politik yang sedang berlangsung.

SuaraSurakarta.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melempar sebuah klaim politik yang berpotensi menjadi "bom waktu" di kancah perpolitikan nasional. Tak tanggung-tanggung, partai yang kini identik dengan citra Presiden ke-7 Jokowi ini menyebut ada belasan hingga 20 anggota DPR RI aktif yang siap menyeberang dan bergabung dengan mereka.

Kabar mengejutkan ini dilontarkan langsung oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus, saat menanggapi fenomena perpindahan kader partai lain ke partainya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, fenomena politisi pindah partai adalah hal biasa, namun yang terjadi pada PSI saat ini berskala lebih masif.

"Itu biasa saja. Masih ada 15-20 lagi (anggota DPR RI aktif) yang mau pindah," tegas Bestari Barus.

Sebagai contoh, ia bahkan secara spesifik menyebut nama politisi senior yang ia klaim telah berpindah haluan.

"Banyak sekali yang berpindah, contohnya salah satukan saya terus ada lagi yang masih aktif Rusdi Masse pindah sekarang ke PSI dan meninggalkan jabatannya sebagai wakil ketua Komisi III DPR RI," terangnya.

Presiden ketujuh Joko Widodo hadir untuk bersilaturahmi dengan Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

Lantas, apa yang menjadi daya tarik utama PSI hingga mampu memikat para politisi yang sudah mapan di Senayan? Bestari tanpa ragu menyebut satu nama: Jokowi. Menurutnya, posisi Jokowi sebagai patron utama partai telah menjadi magnet yang luar biasa kuat.

"Mantap ini PSI, bukan kaleng-kaleng. Jadi semenjak diketahuinya bahwa Pak Jokowi ini menjadi patron daripada PSI, maka itu banyak mengunggah perasaan banyak politisi," ungkap Juru Bicara PSI ini.

Bestari menegaskan bahwa para anggota dewan tersebut bergerak atas inisiatif dan kesadaran politik mereka sendiri, bukan karena ajakan atau iming-iming. Faktor utamanya adalah tingginya tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Jokowi yang masih bertahan hingga saat ini.

Baca Juga: Jokowi Jamu Hidangan Spesial untuk Dubes Iran, Ada Gulai Kambing, Lontong Sayur hingga Nasi Goreng

"Mana ada politisi main diajak-ajak, dengan kesadaran sendiri dan memahami betul bahwa sampai hari ini Pak Jokowi approval rating. Artinya apa, menjadi sangat wajar ketika kita sebagai masyarakat mengikut kepada orang yang dicintai masyarakat, hasil kerjanya bagus. Itu yang membuat mereka tertarik untuk bersama-sama dengan PSI pada akhirnya nanti," paparnya.

Meski begitu, Bestari masih menutup rapat-rapat informasi mengenai dari partai mana saja para legislator tersebut berasal. Ia meminta publik untuk bersabar menantikan pengumuman resmi.

"Saya tidak boleh menyatakan hari ini partainya mana, siapa. Pokoknya anggota DPR yang aktif itu masih ada 15-20 orang lagi yang mau bergabung," jelas dia.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama mereka bergabung bukanlah untuk berebut posisi di kepengurusan, melainkan untuk bersama-sama bekerja nyata membesarkan partai demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

"Tidak penting menjadi pengurus di PSI ini. Tapi bisa ikut bersama-sama, membesarkan PSI untuk kemaslahatan masyarakat," tandasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Load More