- Polresta Solo menyelidiki kasus pembacokan oleh orang tak dikenal di kawasan Koridor Gatsu pada Jumat, 15 Mei 2026.
- Insiden dipicu kesalahpahaman berkendara hingga pelaku menyabet paha korban dengan celurit yang menyebabkan luka robek serius.
- Kepolisian memastikan kejadian tersebut merupakan penganiayaan spontan dan bukan aksi klitih, kini proses identifikasi pelaku sedang berlangsung.
SuaraSurakarta.id - Polresta Solo buka suara terkait insiden pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di kawasan Koridor Gatot Subroto (Gatsu), Solo, Jumat (15/5/2026).
Polisi menyebut peristiwa tersebut dipicu kesalahpahaman antara korban dan pelaku saat berkendara di jalan raya.
Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan kejadian bermula di kawasan persimpangan Pasar Mbeling dan berlanjut hingga depan Matahari Singosaren, Koridor Gatsu.
“Saat itu korban berkendara dari arah utara menuju selatan. Di persimpangan Pasar Mbeling, korban berpapasan dengan pelaku yang datang dari arah barat menuju utara dengan posisi berkendara terlalu melebar,” kata AKP Lingga Ramadhani, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, cara berkendara pelaku yang dinilai membahayakan membuat keduanya sempat saling menoleh di jalan. Pelaku diduga tersulut emosi lalu memutar balik kendaraannya dan mengejar korban hingga kawasan Koridor Gatsu.
Setibanya di depan Matahari Singosaren, pelaku mulai mengintimidasi korban dengan mengetuk bagian belakang helm korban menggunakan senjata tajam jenis celurit kecil sebanyak dua kali.
Pelaku kemudian mengayunkan senjata tersebut hingga menyayat paha kanan korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Usai kejadian, korban langsung melapor ke Mapolsek Serengan. Akibat sabetan celurit tersebut, korban mengalami luka robek cukup serius.
“Korban mengalami luka sayatan sepanjang 10 sentimeter dan harus menerima 10 jahitan. Saat ini korban menjalani rawat jalan,” jelas AKP Lingga.
Baca Juga: Resahkan Warga, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Pria Mabuk di Gilingan
Menanggapi keresahan masyarakat terkait dugaan aksi klitih di kawasan Gatsu, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.
AKP Lingga menegaskan peristiwa itu murni merupakan tindak pidana penganiayaan akibat percekcokan spontan di jalan raya.
“Berdasarkan hasil pendalaman awal, kasus ini merupakan tindak pidana penganiayaan akibat percekcokan spontan di jalan raya,” ujarnya.
Saat ini polisi masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk memeriksa saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.
Polresta Surakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Libatkan 110 Tim, Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri ke Solo
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020