Ronald Seger Prabowo
Rabu, 20 Mei 2026 | 20:32 WIB
Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani. [Dok Humas Polresta Solo]
Baca 10 detik
  • Polresta Solo menyelidiki kasus pembacokan oleh orang tak dikenal di kawasan Koridor Gatsu pada Jumat, 15 Mei 2026.
  • Insiden dipicu kesalahpahaman berkendara hingga pelaku menyabet paha korban dengan celurit yang menyebabkan luka robek serius.
  • Kepolisian memastikan kejadian tersebut merupakan penganiayaan spontan dan bukan aksi klitih, kini proses identifikasi pelaku sedang berlangsung.

SuaraSurakarta.id - Polresta Solo buka suara terkait insiden pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di kawasan Koridor Gatot Subroto (Gatsu), Solo, Jumat (15/5/2026).

Polisi menyebut peristiwa tersebut dipicu kesalahpahaman antara korban dan pelaku saat berkendara di jalan raya.

Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan kejadian bermula di kawasan persimpangan Pasar Mbeling dan berlanjut hingga depan Matahari Singosaren, Koridor Gatsu.

“Saat itu korban berkendara dari arah utara menuju selatan. Di persimpangan Pasar Mbeling, korban berpapasan dengan pelaku yang datang dari arah barat menuju utara dengan posisi berkendara terlalu melebar,” kata AKP Lingga Ramadhani, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, cara berkendara pelaku yang dinilai membahayakan membuat keduanya sempat saling menoleh di jalan. Pelaku diduga tersulut emosi lalu memutar balik kendaraannya dan mengejar korban hingga kawasan Koridor Gatsu.

Setibanya di depan Matahari Singosaren, pelaku mulai mengintimidasi korban dengan mengetuk bagian belakang helm korban menggunakan senjata tajam jenis celurit kecil sebanyak dua kali.

Pelaku kemudian mengayunkan senjata tersebut hingga menyayat paha kanan korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Usai kejadian, korban langsung melapor ke Mapolsek Serengan. Akibat sabetan celurit tersebut, korban mengalami luka robek cukup serius.

“Korban mengalami luka sayatan sepanjang 10 sentimeter dan harus menerima 10 jahitan. Saat ini korban menjalani rawat jalan,” jelas AKP Lingga.

Baca Juga: Resahkan Warga, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Pria Mabuk di Gilingan

Menanggapi keresahan masyarakat terkait dugaan aksi klitih di kawasan Gatsu, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.

AKP Lingga menegaskan peristiwa itu murni merupakan tindak pidana penganiayaan akibat percekcokan spontan di jalan raya.

“Berdasarkan hasil pendalaman awal, kasus ini merupakan tindak pidana penganiayaan akibat percekcokan spontan di jalan raya,” ujarnya.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk memeriksa saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.

Polresta Surakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

Load More