- Penguatan nilai tukar dolar hingga Rp17.000 menyebabkan lonjakan harga kedelai impor bagi perajin tahu di Kartasura, Sukoharjo.
- Harga kedelai meningkat mencapai Rp10.850 per kilogram, sehingga para perajin kesulitan menutupi biaya produksi dan operasional usaha.
- Mayoritas perajin di wilayah tersebut memilih bertahan dengan harga jual saat ini demi menjaga daya beli konsumen.
"Untuk harganya itu sesuai ukuran potongan tahu. Kalau naik tidak bisa banyak, paling mentok di Rp 50," imbuhnya.
Puryono menyebut meski harga jual naik tapi itu tidak bisa menutup kenaikan harga bahan pokok, seperti kedelai, minyak goreng, hingga plastik.
Kalau perajin menyiasati potongan tahu dikurangi, itu akan membuat ukuran tahu semakin kecil.
"Jadi kita belum bisa menyiasati apa-apa, mau potongan tahu dikurangi malah akan membuat ukuran tahu jadi kecil. Meski menaikan harga jual itu tidak bisa menutup kenaikan bahan pokok," papar dia.
Dengan kondisi seperti ini kalau perajin tahu dan tempe bisa bertahan, ya akan bertahan. Karena perajin juga memikirkan konsumen, jadi setelah tahu ini dibawahnya masih ada turunan usaha yang lain, seperti ada tahu bakso, tahu isi, tahu krispi dan yang lainnya.
"Jadi kita memikirkan konsumen kita. Kalau memang dari produsen bisa bertahan, kita usahakan bertahan. Untuk daya beli masih normal," jelasnya.
Puryono menyatakan memang ada protes dari konsumen kenapa harganya naik. Namun para perajin memberikan pemahaman pelan-pelan kepada konsumen.
"Protes dari konsumen ada, tentunya kita paham kan pelan-pelan supaya bisa saling mengerti kalau memang bahan bakunya naik. Mayoritas perajin masih bertahan dengan kondisi saat ini," papar dia.
Puryono menjelaskan sebenarnya harga jual naik Rp 25 hingga Rp 50 itu masih wajar-wajar saja. Tapi kalau naiknya sudah Rp 100 terus naik lagi Rp 200 atau lebih, bagi perajin itu akan kesulitan untuk antisipasinya.
Baca Juga: Kejagung Tinjau Masjid Sriwedari Solo yang Mangkrak sejak 2021, Pembangunan Bakal Dilanjutkan?
"Sampai saat ini belum bisa menaikan harga lagi, kita masih bertahan diharga sebelum dollar naik. Nanti kalau kenaikan dititik Rp 500 keatas, itu baru kita pertimbangkan," ucapnya.
Untuk bahan baku sejauh ini masih aman dan stok selalu ada, tidak ada batasan untuk membeli. Bahan bakunya impor dari beberapa negara, seperti Thailand, Myanmar, Amerika.
Sejauh ini tidak ada rencana untuk beralih kedelai lokal. Tapi memang kedelai lokal itu tidak cukup, itu kalau dipakai buat tahu tempat untuk 2-3 bulan sudah habis.
"Jadi memang produksi kedelai kita nggak mampu untuk mencukupi, kurang jauh jadi masih mengandalkan impor. Mau nggak mau pakai kedelai impor," tandasnya dia.
Secara kualitas kedelai lokal itu bagus daripada kedelai impor. Hasil kandungan patinya lebih besar kedelai lokal daripada kedelai impor.
"Kalau secara kualitas dan barangnya ada, menang produk lokal kita. Jadi kualitas tahu bagus. Soal itu urusan pemerintah, bagaimana bisa memenuhi kebutuhan para perajin tahu tempe," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
-
Soal Ijazah Gibran, KPU Solo Tegaskan Sudah Lakukan Verifikasi Secara Faktual