- Pemkab Sragen menanggapi aksi Kades Ngepringan yang mandi lumpur karena jalan rusak; rencana rekontruksi 2025 dibatalkan karena refocusing.
- Jalan sepanjang 3,83 km tersebut sebagian dicor 2018, sisa jalan bebatuan hancur; perbaikan darurat akan gunakan urukan sirtu secepatnya.
- Keterbatasan anggaran pemeliharaan 2026 (Rp11 miliar) dan dampak refocusing menyebabkan pembangunan permanen diusulkan kembali melalui APBD atau DAK.
SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan bicara mengenai Kepala Desa (Kades) Ngepringan, Kecamatan Jenar yang mandi lumpur di jalan yang rusak dan berlubang.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo mengatakan memang jalan sepanjang 3,83 kilometer tersebut sebenarnya sudah masuk rencana rekontruksi di tahun 2025 kemarin dengan anggaran Rp 1 miliar.
"Waktu itu sudah persiapan lelang, anggarannya itu dari APBD murni 2024. Itu rencana mau dicor beton, tapi malah terkena refocusing dan akhirnya dibatalkan," terangnya, Rabu (22/1/2026).
Bowo mengatakan pada tahun 2018 lalu ruas jalan tersebut 1,43 kilometer sudah dicor. Tapi sisanya sampai saat ini masih berupa jalan bebatuan yang hancur.
"Proses pengecoran terakhir dilakukan memang tahun 2018 lalu. Itu dengan panjang 1,43 kilometer dari total panjang jalan, sedangkan sisanya masih berupa jalan bebatuan yang hancur," ungkap dia.
Bowo menjelaskan sudah mengecek kondisi jalan tersebut Selasa (20/1/2025) kemarin. Langkah darurat jalan kabupaten yang menghubungkan kelurahan Ngepringan-Mlale itu akan dilakukan.
"Anggaran pemeliharaan jalan di Sragen tahun 2026 hanya berkisar Rp 11 miliar. Angka itu tergolong kecil, itu untuk mencakup seluruh kerusakan, maka DPU hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin," paparnya.
"Untuk penanganan sementara, kami jadwalkan pemeliharaan rutin dengan urukan sirtu (pasir batu). Rencananya paling cepat Jumat nanti tim akan bergerak," lanjut dia.
Terkait pembangunan permanen (cor beton), lanjut dia, DPU akan kembali mengusulkan proyek tersebut pada sumber anggaran APBD berikutnya atau melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca Juga: Beda dengan Pati, Bupati Sragen Malah Gratiskan PBB
"Kita akan mengusulkan lagi alokasi anggaran untuk pembangunan permanen," sambungnya.
Sementara itu Camar Jenar, David Supriyadi mengaku kondisi jalan menuju tersebut memang sangat memprihatinkan.
Bahkan sering memakan korban, terutama anak sekolah yang tergelincir saat hujan.
"Kondisinya memang memprihatinkan dan sering memakan korban, terutama anak-anak sekolah," ujar dia.
Soal aksi protes Kades Ngepringan, Narso yang mandi lumpur di jalan yang rusak tersebut itu dipicu oleh tekanan sosial yang luar biasa. Karena memang rumah kades berada tepat di lokasi kerusakan jalan tersebut.
"Pak Lurah rumahnya di situ, setiap ketemu warga selalu ditanya, 'Pak Lurah, jalan ini bagaimana?'. Akhirnya pusing juga. Sebenarnya pihak desa sudah rutin mengusulkan lewat Musrenbangdes," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi