- Kepala Desa Ngepringan, Narso, mandi lumpur pada Selasa (20/1/2026) sebagai bentuk protes jalan kabupaten rusak.
- Aksi tersebut dipicu kerusakan jalan Mlale–Ngepringan yang terakhir diaspal sekitar 24 tahun lalu.
- Jalan rusak sangat parah, menyebabkan kesulitan akses warga, kerusakan kendaraan, dan isolasi wilayah.
SuaraSurakarta.id - Beredar video Kepala Desa (Kades) Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Narso mandi lumpur" di tengah kubangan jalan kabupaten yang rusak parah.
Dalam video yang beredar tersebut, Kades Ngepringan, Narso sedang mandi lumpur dengan mengenakan seragam dinas, Selasa (20/1/2026). Narso tampak duduk sambil tangannya mencipratkan air ke tubuhnya.
Bahkan banyak warga yang melintas di jalan rusak yang dijadikan mandi lumpur oleh kades.
Aksi tersebut merupakan protes karena jalan utama Mlale–Ngepringan di wilayahnya, rusak sudah sangat lama dan tidak diperbaiki.
"Sebenarnya tidak sengaja protes, tadi mau berangkat kerja malah kepleset. Ya sudah, sekalian adus, gebyur sisan (mandi sekalian). Tidak ada rencana, ini spontanitas," ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Narso mengatakan jalan sepanjang 6 kilometer tersebut sudah rusak cukup lama. Bahkan pengaspalan terakhir oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) itu sekitar 24 tahun lalu.
"Terakhir kali pengaspalan itu sekitar 24 tahun lalu. Bahkan sejak tahun 2019, kondisi jalan kian memburuk sampai sekarang," ungkap dia.
Menurutnya sempat ada papan informasi kalau jalan tersebut ada proses lelang dan akan dibangun tahun 2025. Tapi sampai ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
"Katanya siap dibangun 2025, tapi sampai 2026 mboten enten (tidak ada). 2024-2025 tidak dibangun," katanya.
Baca Juga: Ratusan Siswa dan Guru di Sragen Diduga Keracunan Usai Santap Menu Program MBG
Narso menjelaskan kubangan di jalan rusak sedalam lutut orang dewasa itu merupakan akses warga maupun anak-anak sekolah.
Bahkan anak-anak sekolah yang akan melintas harus sampai melepas sepatu dan seragam agar tidak kotor sebelum sampai sekolah.
"Pernah juga truk logistik tersangkut pas lewat, kendaraan kecil sering mengalami kerusakan mesin atau pecah bak oli akibat benturan lubang. Bagi warga itu merasa terisolasi," jelas dia.
Narso menambahkan warga tidak menuntut kemewahan, hanya menuntut akses jalan yang layak dan aman.
"Mudah-mudahan segera diperhatikan. Tidak perlu bagus banget, yang penting rata, bisa dilewati, dan tidak becek. Mau aspal atau cor silakan, karena ini sudah parah banget," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Menggali Makna Teks
-
Viral Video Kades di Sragen Mandi Lumpur di Jalan yang Rusak dengan Mengenakan Seragam Dinas
-
5 Instruksi KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk Mengatasi Kisruh di Keraton Surakarta
-
LDA Keraton Solo Bantah Cucu PB XIII Aniaya Anggota Tim Pengamanan Kubu PB XIV Purboyo
-
Satresnarkoba Polresta Solo Bongkar Jaringan Narkotika, Satu Kilogram Sabu Disita