- Seorang pemuda (AB, 18) meninggal tersengat listrik dari tiang merkuri di Gunung Belah, Wonogiri, Rabu (4/3/2026) malam.
- Korban tersengat setelah jatuh dekat tiang merkuri saat duduk bersama teman yang juga sempat tersengat saat hendak menolong.
- Meskipun dilarikan ke rumah sakit, korban meninggal; pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi mengenai insiden tersebut.
SuaraSurakarta.id - Sebuah tragedi memilukan terjadi di pinggir jalan Gunung Belah, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, yang merenggut nyawa seorang pemuda.
Insiden yang terjadi pada malam hari ini meninggalkan duka mendalam, serta menjadi peringatan akan bahaya yang mungkin tersembunyi di sekitar kita. Berikut adalah tujuh fakta yang perlu Anda ketahui mengenai peristiwa yang menimpa korban tersebut.
1. Korban Tersengat Listrik dari Tiang Merkuri
Pada Rabu malam, 4 Maret 2026, seorang pemuda berinisial AB (18) meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik dari tiang merkuri yang berada di pinggir jalan Gunung Belah. Insiden ini terjadi sekitar pukul 22.34 WIB.
Kejadian ini membuat korban mengalami kejang-kejang yang disebabkan oleh aliran listrik dari tiang merkuri yang terpasang di sana. Kejadian ini menjadi sangat mengerikan karena korban tidak hanya terluka, namun juga kehilangan nyawanya setelah tersengat aliran listrik yang kuat.
2. Korban Sedang Duduk Bersama Temannya
Menurut informasi yang dihimpun dari @icssukoharjo di lokasi kejadian, korban bersama temannya sedang duduk di pembatas jalan menikmati pemandangan malam.
Saat itu, korban tiba-tiba terjatuh ke belakang dan berada sangat dekat dengan tiang merkuri yang berpotensi menjadi sumber aliran listrik tersebut. Mereka berdua tampaknya tidak menyadari bahwa berada terlalu dekat dengan tiang tersebut bisa berbahaya, mengingat tiang merkuri tersebut mengandung aliran listrik.
3. Korban Mengalami Kejang-kejang
Baca Juga: Bukan Main! 8 Pelajar Bawa Bom Molotov, Diduga Ingin Serang Gedung DPRD Wonogiri
Setelah terjatuh dekat tiang merkuri, korban langsung mengalami kejang-kejang. Diduga kuat, tangannya tersengat aliran listrik yang mengalir dari tiang tersebut.
Kejadian ini cukup mengerikan, mengingat korban tiba-tiba kehilangan kesadaran dan menderita kejang-kejang yang membuat kondisi semakin kritis.
Kejang-kejang tersebut menandakan bahwa aliran listrik cukup kuat, dan tubuh korban tidak mampu menahan dampaknya. Situasi tersebut tentu membuat temannya panik, yang pada akhirnya berusaha memberikan pertolongan secepat mungkin.
4. Teman Korban Mencoba Membantu Tapi Tersengat Listrik
Teman korban yang berada di lokasi kejadian berusaha untuk menolong dengan memegang kaki korban, namun ia merasakan ada aliran listrik yang mengalir saat menyentuh tubuh korban.
Merasa khawatir akan keselamatannya, teman korban akhirnya melepaskan pegangannya. Ini menunjukkan betapa berbahayanya tiang merkuri tersebut, yang ternyata menyalurkan aliran listrik yang cukup kuat. Dalam situasi darurat seperti ini, teman korban tidak bisa melakukan banyak hal, kecuali berusaha mencari bantuan lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa