- Tanah bangunan tersebut tampak tidak terawat tumbuh tanaman liar atas nama Iwan Setiawan Lukminto.
- Aset tersebut berada di sebelah timur Monumen 45 Banjarsari.
- Lurah Setabelan membenarkan adanya aset milik Iwan Setiawan Lukminto yang berada di wilayahnya disita sama Kejagung.
SuaraSurakarta.id - Aset milik bos PT Sri Rejeki Isman atau PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto yang berada di Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Pantauan di lapangan, aset yang disita berupa tanah bangunan kosong tidak ditempati dengan luas 389 meter persegi.
Tanah bangunan tersebut tampak tidak terawat tumbuh tanaman liar atas nama Iwan Setiawan Lukminto.
Aset tersebut berada di sebelah timur Monumen 45 Banjarsari. Bangunan rumah tersebut ditutup seng, di bagian depan dipasang papan pengumuman warna pink dengan tulisan 'Tanah bangunan ini telah disita oleh penyidik Kejaksaan Agung.
Lurah Setabelan, Asti Murti Hapsari membenarkan adanya aset milik Iwan Setiawan Lukminto yang berada di wilayahnya disita sama Kejagung.
"Lokasinya itu di dekat Monumen 45. Nanti ada plang warna pink. (Bukan yang rumah pribadinya) Bukan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/2025).
Asti mengatakan sempat dikabari sama Babinsa diminta untuk menyaksikan pemasangan plang tersebut.
"Itu hari Selasa (7/10/2025) kemarin. Itu saya dapat Whatsapp (WA) dari babinsa kebetulan 'bu, besok mau ada pemasangan tanda papan untuk penyitaan aset. Kalau bisa dari kelurahan ada diminta menyaksikan'. Itu pemasangannya jam 10 an," ungkap dia.
"Jadi sifatnya hanya menyaksikan saja kalau dari kelurahan. Waktu saya ke sana sudah ada tim dari Kejagung, jadi tinggal proses pemasangan saja," lanjut Asti.
Baca Juga: Pesangon Eks Karyawan PT Sritex Belum Cair, Ada yang Tembus Rp 100 juta
Asti menjelaskan waktu itu diberi tahu atau penjelasan kalau ini asetnya bos PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.
Menurutnya yang disita itu bangunannya ada tapi bangunan lama dan sudah lama tidak dihuni. Selama ini tidak ada aktivitas, karena memang tidak digunakan tempat tinggal.
"(Selama ini ada aktivitas) Nggak ada memang lahannya tidak digunakan. (Itu sudah lama kosong) Iya betul," katanya.
Untuk pemasangan seng itu memang sudah lama jadi bukan baru kemarin. Itu ditutup sama seng karena biar tidak terlihat rimbun, apalagi sudah lama kosong.
"Sudah lama itu dipasang seng. Saya nggak tahu dulu apa memang warga yang minta karena itu lahan kosong biar tidak terlihat rimbun akhirnya ditutup rapi," jelas dia.
Asti menambahkan kalau sepengetahuannya yang di Solo hanya di Setabelan saja. Kalau di daerah lain kurang tahu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Jokowi Tegaskan Belum Beri Restorative Justice ke Rismon Sianipar, Hanya Memaafkan
-
AHY dan Puan Dituding Jadi Koordinator Isu Ijazah Palsu, Jokowi: Saya Tidak Mau Berspekulasi!
-
Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
-
7 Fakta Tragis Pembunuhan di Sragen, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
-
Respati Ardi Ogah Terapkan WFH, Pilih Jumat Bersepeda dan Naik Transportasi Publik