SuaraSurakarta.id - Hak-hak eks karyawan PT Sritex Tbk Sukoharjo hingga saat ini belum ada kejelasan untuk dibayarkan kapan.
Mereka pun menuntut agar hak-haknya segera dibayarkan. Karena sebagian besar eks karyawan belum bekerja lagi pasca PHL masal.
"Untuk eks karyawan sebagian itu sudah dipekerjakan, itu sekitar 1300 karyawan. Tapi sebagin besar masih kasihan, nggak bisa bekerja apalagi yang sudah berumur," terang Kuasa Hukum eks karyawan Sritex, Machasin Rohman saat ditemui, Minggu (17/8/2025).
Machasin mengatakan sehingga hak-hak pesangon, gaji atau THR itu sangat diharapkan oleh sebagin besar eks karyawan Sritex. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada kejelasan, kapan hak-haknya itu bisa dibayarkan.
"Uang-uang seperti itukan sangat diharapkan oleh mereka. Tapi sampai sekarang belum terbayarkan sama sekali," ujarnya.
Machasin menjelaskan jumlah pesangon yang diterima eks karyawan itu tidak sama tapi berbeda-beda tergantung lama kerjanya.
Ada karyawan yang dapat pesangon sampai Rp 100 juta lebih, ada juga dibawah Rp 100 juta.
"Jumlahnya tidak sama, karena ada karyawan yang masa kerjanya berapa lama. Nah di situ beda-beda, ada yang masa kerjanya lama maka otomatis lebih banyak yang diterima," kata dia.
"Per orang ada yang hampir Rp 100 juta. Jadi kita tidak pastikan ya, tapi perkiraan seperti itu hampir Rp 100 juta, ada yang Rp 100 juta lebih sedikit, yang kurang juga ada," ungkapnya.
Baca Juga: Drama Baru Pailit PT Sritex: Kurator Lawan Kejagung Soal Penyitaan 72 Mobil, Siapa Berhak?
Menurutnya di momen hari kemerdekan RI ini mestinya jadi penyemangat dari teman-teman kurator. Di mana dengan 17 Agustus ini semangat kemerdekaan ini kurator menjadi semangat untuk segera menyelesaikan.
"Biar segera diselesaikan biar nanti segera diberi hak-haknya. Karena kelihatan sampai hari ini kita melihat masih adem ayem tidak ada gerakan-gerakan sama sekali dari kurator. Salah satunya kita nyentil lah biar kurator jadi tambah semangat dengan 17 Agustus ini," papar dia.
Sementara itu salah satu eks karyawan Sritex, Siti Amanah berharap agar hak-haknya bisa segera dibayarkan.
"Sampai saat ini belum ada pesangon yang cair. Belum pernah dapat informasi apapun, kita cuma digantung," jelasnya.
Selama ini untuk memenuhi kehidupan sehari bekerja di catering dan disambi kerja yang lain.
Karena jika bekerja tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Jelang Idul Fitri, Polres Karanganyar Awasi Distribusi BBM dan Bahan Pokok
-
Desak Pemerintah Audit Dana Hibah Keraron Solo, Ketua FBM: Masyarakat Berhak Tahu!
-
Jokowi Bocorkan Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Para Tokoh
-
7 Fakta Tragis Pemuda Tersengat Listrik di Wonogiri Hingga Meregang Nyawa
-
Gerak Cepat, Resmob Polresta Solo Tangkap Pelaku Curas Bersenjata Celurit