- Dugaan korupsi ini mencuat dari proyek drainase stadion, yang merupakan bagian dari fasilitas publik penting di Kota Solo.
- Sebagai bentuk pembelaan hukum, HMD berencana mengajukan upaya pra peradilan untuk menggugat proses penetapannya sebagai tersangka.
- HMD, Direktur PT Kenanga Mulia, ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek drainase Stadion Manahan Solo.
SuaraSurakarta.id - Salah satu tersangka dugaan korupsi drainase Stadion Manahan Solo, HMD Direktur PT Kenanga Mulia selaku rekanan atau penyedia jasa proyek akan mengajukan upaya hukum pra peradilan.
Dalam kasus yang juga melibatkan mantan pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.
"Dalam waktu dekat ini akan mengajukan upaya hukum pra peradilan," terang Kuasa Hukum HMD, Bambang Ay Wibowo, Rabu (1/10/2025).
Bambang Ary menjelaskan upaya pra peradilan ini setelah mencermati rencana dakwaan dari jaksa penuntut umum (PJU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo yang baru saja diterima.
Dalam salah satu penjelasannya dinyatakan bahwa pelimpahan dugaan korupsi proyek drainase di lingkungan Stadion Manahan Solo yang dikerjakan tahun 2019 merupakan hasil audit dari internal kejaksaan yang memunculkan dugaan kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar.
"Kami mengajukan pra peradilan ini setelah mencermati rencana dakwaan JPU Kejari Solo," katanya.
Bambang Ary mengatakan kejaksaan memang memiliki wewenangan untuk melakukan penuntutan dan penyelidikan dalam kasus korupsi yang diatur dalam UU.
"Tapi jika ada kebutuhan audit keuangan, maka itu tugas dari lembaga lain, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam UU nomor 15 tahun 2006 tentang BPK yang memiliki wewenangan untuk menilai kerugian keuangan negara," ungkap dia.
Bambang Ary menyebut sudah mempelajari kasus ini hampir satu tahun. Di mana mencermati dokumen dan posisi kasus.
Baca Juga: MAKI Desak KPK Tetapkan Tersangka Korupsi Haji dan Ancam Gugatan
"Ini kecenderungan yang terjadi adanya mal administrasi, seperti persoalan kenapa yang melaksanakan lelang proyek adalah Dinas PUPR dan bukan Dispora. Sementara obyeknya adalah Stadion Manahan," jelasnya.
Menurutnya proyek normalisasi drainase sekelilingnya Stadion Manahan dalam rangka persiapan Piala Dunia U-17 tersebut kemudian dipecah menjadi tiga proyek dalam lelangnya.
"Tim kami mencermati semua tahapan dari proses perencanaan oleh kontraktor perencana hingga pelaksanaan lelang," sambung dia.
"Kami juga meluruskan bahwa nilai pagu proyek normalisasi saluran drainase kawasan Manahan sisi selatan senilai Rp 4.105.000.000 bersumber APBD 2019 bukan Rp 4,5 miliar. Sementara PT Kenanga Mulya menjadi pemenang tender dengan penawaran Rp 4.043.470.000," lanjut dia.
Bambang Ary menambahkan bahwa perbedaan angka yang disampaikan Kejaksaan dengan fakta hukum sangat mempengaruhi penilaian sebuah perkara.
"Realitanya proyek sudah diselesaikan dan dinyatakan diterima. Tapi kerugian negara yang ditemukan menunjukan indikasi proyek tersebut tidak dikerjakan sepenuhnya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Alasan PB XIV Hangabehi Salat Jumat di Masjid Tertua di Solo, Berawal Dari Mimpi
-
Charoen Pokphand Indonesia Imbau Konsumen Tak Tergiur Penawaran dan Transaksi Medsos
-
Sinergi Puspo Wardoyo dan Kepala Sekolah: Mewujudkan Generasi Emas Lewat Sepiring Makanan Bergizi
-
Bukan Pesta Kembang Api, Momen Unik Kaliepepe Land Berbagi 20 Ribu Paket MBG di Malam Tahun Baru
-
SISTA Berikan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Utara dan Aceh Tamiang