SuaraSurakarta.id - Mendengkur atau 'ngorok' rupanya membuat masalah baru di dalam sebuah rumah tangga. Bahkan, suami-istri memutuskan pisah ranjang karena masalah tersebut.
Tentu masalah ngorok tersebut harus menjadi perhatian banyak piihak. Terutama pasangan suami istri yang hidup bersama.
Menyadur dari BBC Indonesia, pada akhir tahun lalu, aktris terkenal Amerika Cameron Diaz mengatakan di siniar bertajuk Lipstick on the Rim bahwa dia dan suaminya tidak tidur di kamar yang sama.
"Dan saya pikir kita perlu menormalisasi tidur di kamar terpisah," tambahnya.
Meskipun curhatan itu memicu ribuan reaksi di media sosial – serta terbitnya berbagai artikel di media – apa yang dilakukan bintang Hollywood itu bukan satu-satunya.
Menurut sebuah studi tahun 2023 oleh American Academy of Sleep Medicine (AASM), lebih dari sepertiga responden di Amerika Serikat melaporkan sesekali atau secara rutin tidur di kamar terpisah dengan pasangan mereka untuk meningkatkan kualitas tidur.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa tren ini paling menonjol di generasi "milenial" – generasi yang saat ini berusia antara 28 hingga 42 tahun.
Dengan angka yang mendekati setengah, yakni 43%, responden milenial menjawab bahwa mereka tidur terpisah dari pasangan mereka.
Untuk kelompok usia lainnya, yakni generasi X (lahir antara 1965 dan 1980) sekitar 33%; kemudian generasi Z (lahir antara 1997 dan 2012), sebanyak 28%; dan akhirnya baby boomers (lahir antara 1946 dan 1964), pada 22%.
Baca Juga: Sejarah Kampung Balong, Kawasan Pecinan Terbesar di Solo
"Meskipun tidak diketahui secara pasti alasan mengapa generasi muda lebih memilih melakukannya, ada beberapa hipotesis. Salah satunya adalah sedikitnya stigma seputar tidur terpisah.
"Itu merupakan perubahan budaya. Mereka pikir: 'Jika saya bisa tidur lebih nyenyak, saya merasa lebih enak. Jadi mengapa tidak?'" kata Dr Collier.
Beberapa sejarawan berpendapat bahwa "tempat tidur perkawinan" (atau tempat tidur untuk dua orang) adalah konsep modern dan penggunaannya meningkat setelah revolusi industri, ketika seorang pergi untuk tinggal di daerah yang lebih padat penduduk.
Tetapi sebelum abad ke-19, cukup umum bagi pasangan yang sudah menikah untuk tidur terpisah.
"Dan semakin tinggi tingkat sosial-ekonomi seseorang, semakin umum itu terjadi. Anda dapat melihat bagaimana anggota keluarga bangsawan tidur," kata Pablo Brockmann, seorang somnolog (ahli gangguan tidur) dari Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Cile.
Kelebihan dari pisah ranjang?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Pasbata Duga Ada Operasi Giring Opini Negatif dengan Serangan Terstruktur ke Seskab Teddy
-
Kantor dan Gudang Baru JNE di Solo Perkuat Kapabilitas Digital hingga Dorong Pengembangan UMKM
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda
-
Viral Dosen UNS Lecehkan Perempuan di Kereta, Sanksi Cuma dapat Teguran Tertulis?
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi