SuaraSurakarta.id - Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman atau PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto angkat bicara setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kediamannya, Senin (30/6/2025).
Dalam penggeledehan terkait masalah dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Komisaris Utama PT Sritex sekaligus sang kakak, Iwan Setiawan Lukminto, Kejagung menyita uang sebesar Rp 2 miliar.
Wawan, sapaan akrabnya menyebut jika uang Rp 2 miliar itu untuk biaya pendidikan anaknya. Tidak ada kaitannya dengan persoalan PT Sritex.
"Uang tabungan, uang tabungan. Ya, sebenarnya untuk pendidikan anak-anak saya ke depan karena memang masih kecil. Jadi ya kita sisihkan lah uang tersebut untuk mereka ke depan," kata dia, Kamis (2/6/2025).
Iwan menjelaskan namun kalau dinilai ini penting untuk penyidikan kasus ini. Maka tidak masalah uang tersebut diserahkan.
"Kalau dinilai ini penting untuk, kami serahkan untuk proses penyidikan, ya kami serahkan. Nanti kami akan mengajukan pembuktian bahwa uang tersebut bukanlah uang dari, tidak ada campur pautnya dengan kasus yang sekarang diproses," ungkapnya.
Wawan mengatakan bahwa uang tersebut sudah dikumpulkan sejak beberapa tahun lalu. Jadi sebenarnya ini untuk anak-anak tapi ini lebih prioritas agar upaya penyidikan bisa lebih lancar.
"Ya sudah kami serahkan terlebih dahulu. Nanti kami urus untuk pembuktiannya," katanya.
Menurutnya kebetulan itu ada labelnya tahun 2024, jadi tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Uang itu memang disimpan di dalam rumah. Penyimpanannya dibungkus plastik Micky Mouse.
Baca Juga: Sidang Korupsi NPCI: Saksi Beberkan Kevin Fabiano Beli Sepatu Sesuai Anggaran
"Uang memang disimpan di dalam rumah dan dibungkus plastik Micky Mouse. Itu sudah ada label tahun 2024. Ia menegaskan bahwa uang tersebut tidak ada kaitannya dengan persoalan Sritex," jelas dia.
Wawan menegaskan kooperatif dan menyerahkan uang Rp 2 miliar ke penyidik Kejagung. Uang ini adalah uang halal dan tidak akan disembunyikan.
"Kami kooperatif, beliau minta untuk diserahkan terlebih dahulu nanti tinggal kita membuktikan. kita kooperatif aja, intinya kalau uang halal itu tidak disembunyikan," sambungnya.
Wawan menambahkan sudah mengumpulkan uang tersebut sejak beberapa tahun lalu untuk pendidikan anak. Karena kan sekarang sekolah itu mahal, jadi ini persiapan sebagai orang tua
"Iya (sudah beberapa tahun lalu) ya, jadi uang tabungan. Untuk sekolah ke depan. Sekarang kan sekolah mahal ya, ke depannya jadi persiapan lah sebagai orang tua ya,” tandas dia.
Penggeledahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahli Waris Protes Keras Rencana Revitalisasi Kawasan Sriwedari, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
-
Duh! Viral Warung Bakso di Klaten Kenakan Tarif AC ke Pembeli
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu