Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Kubu PB XIV Purboyo sayangkan rencana LDA buka paksa akses Keraton Solo. Mereka tegaskan siap berembus tanpa ancaman dan dukung revitalisasi pemerintah.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
Salah satu kawasan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Putri PB XIII GKR Timoer menyayangkan rencana ancaman buka paksa akses Keraton Solo oleh LDA pada Rabu (22/7/2026).
  • GKR Timoer menyatakan kubunya tidak pernah diundang pemerintah atau pihak sebelah terkait rencana sosialisasi revitalisasi keraton.
  • Kubu PB XIV Purboyo tidak menghalangi revitalisasi pemerintah asalkan dilakukan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik antarkeluarga.

SuaraSurakarta.id - Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo merespon Lembaga Dewan Adat (LDA) yang akan membuka paksa akses di Keraton Kasunanan Surakarta yang masih terkunci.

Putri Dalem PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menyebut harusnya tidak perlu ada paksaan atau ancaman. Tapi bisa berembug bersama dan komunikasi.

"Selama masih bisa berkomunikasi, berembuk, dan bermusyawarah, kenapa harus ada kekerasan? Mengapa harus selalu dengan paksaan, kekerasan, dan ancaman?," terangnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Timoer sangat menyayangkan adanya pernyataan dari Ketua LDA GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng). Bahkan selalu seperti itu dengan ancaman atau melakukan tindakan dengan kekerasan.

Baca Juga:2 Kubu di Keraton Solo Tetap Gelar Kirab Malam 1 Suro, Duduk Saling Membelakangi

"Ini yang sangat saya sayangkan. Kan bisa berkomunikasi, bisa berembug dan bisa bermusyawarah," kata dia.

Timoer menegaskan selama ini tidak pernah mendapatkan undangan baik dari pemerintah maupun pihak sebelah. Bahkan adanya rencana revitalisasi keraton pun tidak tahu menahu.

"Selama ini saya tidak pernah mendapat undangan, kemarin itu seperti ada sosialisasi revitalisasi kami juga tidak mendapatkan undangan untuk berembug. Kan ada Whatsap (WA) saya, ada WAnya Gusti Kanjeng Ratu, kan bisa WA untuk sama-sama berembug," ungkapnya.

"Kan selama ini tidak pernah dilakukan. Tapi kemana-mana keluar seolah-olah sudah minta kunci, minta ini, minta ini. Itu tidak ada di tempat kami," lanjut dia.

Menurutnya kalau mau minta akses atau minta kunci bisa berembug, jadi membuat komunikasi dengan baik. Pihaknya tidak akan menghalangi rencana revitalisasi keraton.

Baca Juga:Ini Ritual Khusus Kerbau Bule Kyai Slamet Sebelum Kirab Malam 1 Suro

"Intinya sebenarnya dari pihak kami tidak akan melakukan atau menghalangi revitalisasi dengan pemerintah. Kita senang bisa bekerjasama sama pemerintah tetapi dengan koridor-koridor yang benar, toh tujuannya untuk kebaikan keraton. Selama ini saya merasa memang tidak ada komunikasi yang baik antara LDA dengan kami," jelasnya.

Jadi sangat disayangkan adanya pernyataan buka paksa. Harusnya bisa berembug dan duduk bersama, apalagi semua masih keluarga.

"Sangat disayangkan muncul pernyataan seolah-olah akan membuka paksa. Mengapa harus selalu menggunakan kata-kata ancaman, paksaan, dan kekerasan? Kalau memang

kami masih dianggap keluarga, ayolah kita bicara dan duduk bersama baik-baik," papar dia.

Seperti diketahui, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Solo, GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng) menyebut ada sejumlah lokasi yang saat ini masih terkunci dan belum bisa diakses. 

Pihaknya pun tak segan-segan akan melakukan pembukaan secara paksa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak