- Dua warga Solo, Ahda dan Aldo, menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8.
- Keduanya berangkat menuju Kalimantan untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit.
- Keluarga Ahda masih menunggu kabar dan berencana mencari informasi ke Tanjung Perak.
SuaraSurakarta.id - Dua warga Kota Solo menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan dan terbalik di perairan Laut Jawa pada, Minggu (13/9/2026) kemarin.
Kedua warga tersebut, yakni Ahda Dhiyaurrohman (19) warga RT 01 RW 04 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres dan Aldo Nurahmansya warga RT 06 RW 01 Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres.
Keduanya naik Kapal Virgo Transport 8 menuju Kalimantan untuk bekerja di kelapa sawit. Meski demikian keduanya tinggal di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Kerabat Ahda, Saryanto mengaku belum mengetahui informasi atau kondisi terakhir mengenai Ahda seperti apa.
Baca Juga:Gelar Jumenengan, PB XIV Hangabehi Bacakan Ikrar di Sitihinggil depan Meriam Nyai Setomi
"Belum (belum dapat informasi terbaru)," ujarnya saat ditemui, Senin (14/9/2026).
Saryanto sempat menghubungi abinya (bapaknya Ahda), apakah Ahda naik kapal Virgo Transport 8 setelah melihat berita kalau kapalnya mengalami kecelakaan. Langsung mencari info lebih lanjut soal kabar Ahda ke kepolisian.
"Saya Wa sama abinya, 'ini apa Ahda ikut kapal virgo transport 8'. Dijawab sama abinya 'iya pak'. Sampai sekarang belum dapat informasi lebih lanjut," kata dia.
Saryanto mengatakan Ahda naik kapal Virgo Transport 8 itu mau berangkat kerja di kelapa sawit Kalimantan.
Sebelum berangkat sempat datang ke sini untuk pamitan mau berangkat ke Kalimantan untuk kerja.
Baca Juga:Respati Ardi Resmi Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo 14 Hari
"Mau ikut kerja di kelapa sawit di Kalimantan. Ke sini pamitan hari sabtu dan bilang 'pak, saya mau kerja', saya sempat berpikir sudah dapat izin sama abi dan uminya atau belum," terangnya.
Tadi pagi, lanjut dia, sempat dapat ke rumah abi dan uminya di Ngringo, Karanganyar tanya apakah Ahda sudah izin bekerja di kelapa sawit atau belum.
"Saya ke sana tadi pagi katanya belum, abi sama uminya nggak mengizinkan, ke sini itu nggak bilang. Abinya sempat bilang, ini nggak diizinkan, yang nggak ketemu aku apa Ahda nanti, nggak ketemu selamanya. Sudah bilang gitu abinya," ungkap dia.
"Pamit ke sini kalau saya tahu nggak diizinkan sama abi-uminya, saya nggak akan bolehin. Tapi nggak bilang," lanjutnya.
Saryanto menjelaskan ini pengalaman pertama Ahda mau merantau untuk bekerja. Ia diajak temannya untuk bekerja di kelapa sawit.
"Ini pengalaman pertama Ahda mau merantau, belum punya pengalaman apa-apa masih stabil. Jadi diajak kemana ikut, alasannya merantau itu mau bekerja. Kalau sosoknya itu baik," ucapnya.