- Ratusan pesepeda akan mengikuti ajang Solo Diversity Bike 2026 di Kota Solo pada Sabtu, 19 September 2026.
- PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan bersepeda sejauh 30 kilometer melewati berbagai ikon sejarah.
- Acara tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi komunitas, menggerakkan pariwisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM.
SuaraSurakarta.id - Sepeda tak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga medium untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Semangat itulah yang diusung Solo Diversity Bike 2026 yang akan mempertemukan ratusan pesepeda dari Kota Solo dan berbagai daerah pada Sabtu (19/9/2026).
Mengusung tema “Bersatu Lewat Sepeda”, ajang tersebut menargetkan hingga 500 peserta, dengan sekitar 350 pesepeda dari berbagai komunitas di Solo maupun luar daerah diproyeksikan ambil bagian.
Benteng Vastenburg dipilih sebagai lokasi start sekaligus finish. Dari titik tersebut, peserta akan menempuh rute Fun Ride sejauh 30 kilometer dengan melewati sejumlah ikon sejarah dan budaya Kota Solo.
Rute tersebut di antaranya melintasi Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, Kampung Batik Kauman hingga De Tjolomadoe. Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati langsung jejak sejarah, budaya, serta kekayaan kuliner yang menjadi identitas Kota Solo.
Baca Juga:Komisi Yudisial dan Keraton Kasunanan Surakarta Bersinergi Perkuat Etika dan Budaya Hukum
Penyelenggara menilai konsep tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjadikan sepeda sebagai sarana mengenalkan Solo secara lebih dekat kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Direktur PT Viva Vastenburg Fortress, Jeffrey Suryadinata, mengatakan Solo Diversity Bike lahir dari berkembangnya budaya bersepeda yang kini tidak lagi sekadar menjadi aktivitas olahraga.
“Gerakan masyarakat bersepeda sudah menjamur di berbagai daerah, termasuk di Kota Solo. Tren ini awalnya meningkat tajam saat pandemi, namun kini telah bergeser menjadi gaya hidup dan budaya yang kuat untuk kesehatan,” katanya.
Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarkomunitas serta memperkenalkan keberagaman Kota Solo.
“Melalui Solo Diversity Bike, kami mengajak semua lapisan masyarakat di Kota Solo dan di luar Kota Solo untuk ikut meramaikan event tersebut dengan tujuan menjaga gaya hidup sehat, memperkuat tali silaturahmi antar komunitas dan melihat dari dekat keberagaman dan lokasi-lokasi bersejarah Kota Solo,” ujarnya.
Baca Juga:Surakarta Football Championship 2026, Ketika Sepak Bola Jadi Ruang Silaturahmi
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya membangun budaya bersepeda di Kota Solo.
Menurut dia, keterlibatan peserta dari luar daerah juga dapat memberikan efek lanjutan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Saya sangat mendukung budaya bersepeda melalui Solo Diversity Bike. Ini sejalan dengan semangat bersepeda yang terus dibangun di Kota Solo,” kata Respati.
Ia menilai kehadiran peserta dari berbagai daerah serta keterlibatan pelaku UMKM dapat menciptakan perputaran ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Solo sebagai destinasi wisata.
“Semoga kegiatan ini menggerakkan ekonomi daerah dan pariwisata. Mari kita gowes bersama menuju Solo Wellness City 2030,” ujarnya.
Selain Fun Ride 30K, Solo Diversity Bike 2026 juga menghadirkan Ride & Record Challenge.