- Tim sepak bola putri Solo minim kompetisi lokal sehingga harus menginisiasi turnamen mandiri untuk menjaga keberlangsungan pembinaan.
- Samba Persada dan Putri Surakarta mengikuti Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026 untuk mengasah kemampuan di level nasional.
- Partisipasi dalam kompetisi berjenjang diharapkan mampu meningkatkan jam terbang serta menjadi dasar evaluasi program latihan para atlet.
SuaraSurakarta.id - Keterbatasan kompetisi masih menjadi tantangan utama pembinaan sepak bola putri di Kota Solo.
Karena itu, keikutsertaan Samba Persada Women U-18 dan Putri Surakarta U-15 di ajang Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026 dinilai menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai daerah.
Pelatih Putri Surakarta U-15, Syachban Yusuf, mengatakan selama ini timnya lebih banyak mengandalkan turnamen lokal yang jumlahnya sangat terbatas. Bahkan, tidak jarang mereka harus menginisiasi sendiri penyelenggaraan kompetisi agar para pemain tetap memiliki kesempatan bertanding.
"Sebelum mengikuti Hydroplus, kami hanya mengandalkan turnamen-turnamen lokal di Solo yang frekuensinya sangat jarang. Kompetisi sepak bola putri di daerah kami memang belum banyak," kata Syachban.
Baca Juga:Tim U-15 Putri Surakarta Siap Tampil Maksimal di HYDROPLUS Soccer League All Stars
Ia menjelaskan, sebagian besar ajang yang diikuti hanya berupa turnamen antarsekolah. Menurutnya, tim Putri Surakarta kerap menjadi penggagas kegiatan tersebut agar masyarakat mengetahui bahwa pembinaan sepak bola putri di Solo terus berjalan.
"Biasanya hanya ada turnamen antar-sekolah. Bahkan sering kali kami sendiri yang menyelenggarakan kegiatan tersebut supaya masyarakat tahu bahwa sepak bola putri di Solo itu sebenarnya ada dan terus berkembang," ujarnya.
Syachban menilai kehadiran MilkLife Soccer Challenge yang berlanjut ke Hydroplus Soccer League All Stars memberikan ruang kompetisi yang selama ini dibutuhkan pemain muda.
"Dengan hadirnya turnamen seperti MilkLife dan sekarang Hydroplus, anak-anak akhirnya memiliki jenjang kompetisi yang jelas. Mereka punya kesempatan bermain lebih banyak sekaligus mengukur kemampuan melawan tim-tim terbaik dari berbagai daerah," tuturnya.
Ia berharap kompetisi berjenjang seperti ini dapat terus digelar agar pembinaan sepak bola putri di Solo semakin berkembang dan para pemain memiliki lebih banyak kesempatan meningkatkan kemampuan.
Baca Juga:All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim
Sementara itu, Pelatih Samba Persada Women U-18, Ari Guntur Dewanto, mengatakan pengalaman bertanding di level nasional menjadi bekal penting bagi timnya yang baru menjalani pembinaan sekitar lima hingga enam bulan.
"Kalau dibandingkan regional lain, kami memang baru berjalan sekitar lima sampai enam bulan. Sementara Jakarta, Surabaya, dan beberapa regional lainnya sudah memulai pembinaan sejak tahun lalu. Jadi dari sisi pengalaman dan kesiapan tentu ada perbedaan," ujar Ari.
Menurutnya, jam terbang melalui kompetisi menjadi faktor penting untuk mempercepat perkembangan pemain, sehingga evaluasi dari Hydroplus Soccer League All Stars akan menjadi dasar penyempurnaan program latihan ke depan.