All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim

All Stars Solo terhenti di perempat final MilkLife Soccer Challenge 2026 usai kalah 1-2 dari Surabaya.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:17 WIB
All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim
Perjalanan All Stars Solo pada ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 harus berakhir di babak perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari All Stars Surabaya di SuperSoccer Arena, Kudus, Jumat (26/6/2026).
Baca 10 detik
  • Tim All Stars Solo kalah 1-2 dari All Stars Surabaya pada babak perempat final MilkLife Soccer Challenge 2026 di Kudus.
  • Keunggulan gol cepat Ika Wonda dibalas oleh dua gol All Stars Surabaya melalui Emily Zitara dan juga Jessica.
  • Pelatih Maya Susmita menyatakan kekalahan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk evaluasi dan pengembangan mental pemain di masa mendatang.

SuaraSurakarta.id - Perjalanan All Stars Solo pada ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 harus berakhir di babak perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari All Stars Surabaya di SuperSoccer Arena, Kudus, Jumat (26/6/2026).

Hasil tersebut membuat tim asal Kota Bengawan gagal mengulang pencapaian sebagai finalis pada edisi 2025.

Meski demikian, para pemain dinilai memperoleh pengalaman berharga untuk mendukung perkembangan mereka di masa mendatang.

All Stars Solo tampil meyakinkan sejak awal pertandingan. Ika Wonda membawa timnya unggul cepat pada menit ketiga dan membuka peluang untuk melaju ke babak semifinal.

Baca Juga:SD Kristen Manahan dan SDN Tempel Juara MilkLife Soccer Challenge Seri Solo

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. All Stars Surabaya mampu menyamakan kedudukan melalui gol Emily Zitara pada menit ke-10 sebelum Jessica mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-23. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan usai.

Perjalanan All Stars Solo pada ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 harus berakhir di babak perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari All Stars Surabaya di SuperSoccer Arena, Kudus, Jumat (26/6/2026).
Perjalanan All Stars Solo pada ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 harus berakhir di babak perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari All Stars Surabaya di SuperSoccer Arena, Kudus, Jumat (26/6/2026).

Sepanjang laga, para pemain Solo terus berupaya menyamakan kedudukan meski harus menghadapi tekanan permainan lawan serta cuaca yang lebih panas dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Pelatih All Stars Solo, Maya Susmita, mengaku bangga terhadap perjuangan anak asuhnya. Menurut dia, para pemain telah menjalankan instruksi dengan baik dan tetap menunjukkan semangat juang meski sempat tertinggal.

"Anak-anak sebenarnya sudah sesuai dengan arahan saya. Kami sempat lengah pada momen gol lawan, tetapi saya terus memberikan semangat kepada mereka bahwa pertandingan belum selesai dan kami masih punya kesempatan membalas," kata Maya.

Ia menilai pengalaman tampil di tingkat nasional memberikan pelajaran yang tidak didapatkan dalam kompetisi biasa. Menurutnya, faktor cuaca, tekanan pertandingan, hingga kualitas lawan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter pemain.

Baca Juga:Turnamen Sepak Bola Putri Seri 2 di Solo Makin Kompetitif, Jumlah Peserta Terus Bertambah

"Hari ini pertama kali kami bermain di cuaca yang cukup panas. Kami juga harus mengejar ketertinggalan sehingga tenaga anak-anak lebih cepat terkuras. Namun, mereka tetap berusaha sampai akhir pertandingan," ujarnya.

Maya juga mengapresiasi mental bertanding para pemain yang tidak menyerah meski dalam kondisi kelelahan.

"Yang saya suka, anak-anak tidak menyerah. Walaupun sudah kelelahan, bahkan ada yang menahan sakit, mereka tetap berusaha mencari peluang sampai pertandingan selesai," katanya.

Menurut Maya, hasil di Kudus menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Ia berharap para pemain terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih intensif serta aktif mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB) agar memperoleh lebih banyak pengalaman bertanding.

"Mental menurut saya lebih penting. Ketika mental kuat, anak-anak bisa tetap bermain tenang. Ke depan mereka juga harus lebih banyak jam terbang dengan mengikuti SSB, jangan hanya mengandalkan latihan seminggu sekali," tuturnya.

Ia menambahkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, terutama di lini tengah sebagai pengatur ritme permainan. Evaluasi tersebut akan menjadi bekal untuk mempersiapkan tim agar lebih kompetitif pada ajang nasional berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini