- Pemerintah Kota Solo merehabilitasi rumah bersejarah berusia 178 tahun milik pahlawan nasional Brigjen Slamet Riyadi sejak Mei 2026.
- Perbaikan difokuskan pada bagian atap bangunan utama karena mengalami kerusakan parah dan sering mengalami kebocoran saat hujan turun.
- Rehabilitasi rumah di Kelurahan Danukusuman tersebut berawal dari rangkaian kunjungan pihak Unisri, DPRD Solo, dan Pemkot Solo.
SuaraSurakarta.id - Rumah masa kecil Pahlawan Nasional asal Kota Solo Brigjen Slamet Riyadi kini tampak tertata rapi dan tidak lagi terlihat kumuh.
Pasalnya rumah yang berada di Jalan Tejonoto, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo saat ini sedang dilakukan rehabilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Kondisi rumah yang berusia 178 tahun ini sudah mengalami kerusakan dibeberapa titik, salah satunya bagian atap yang bocor.
Pantauan di lapangan, para pekerja sedang memperbaiki dibeberapa titik, seperti di kamar masa kecil Slamet Riyadi, bangunan utama, atap yang gentengnya diganti semua, hingga bagian depan.
Baca Juga:Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
Cucu Keponakan Slamet Riyadi, Gunawan Wibisono (53) mengatakan yang direnovasi itu bangunan utama rumah masa kecil Pahlawan Slamet Riyadi.
Untuk bangunan tembok masih dipertahankan, ini hanya bagian atap yang diperbaiki.
"Setahu saya sejak saya kecil sampai sekarang baru kali ini direnovasi. Ini juga tidak semua direnovasi, jadi kalau bangunannya masih dipertahankan, bangunan lama, bangunan kuno hanya bagian atas saja yang direnovasi," ujarnya saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya gentengnya itu diganti semua, kemudian usuknya sebagian dipakai lagi dan sebagian diganti. Jadi yang sudah lapuk diganti, sedangkan yang masih baik dipertahankan.
"Untuk rengnya diganti semua. Yang paling parah itu memang dibagian atas, kalau hujan itu bocor atau trocoh," terang dia.
Baca Juga:LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
Gunawan menyebut kalau bangunan lama memang kondisinya seperti ini, di sana sini rembes, netes. "Kalau hujan itu harus ngasih banyak ember dibawahnya biar airnya tidak kemana-mana," katanya.
Selama ini untuk perawatan atau perbaikan dilakukan sendiri atau mandiri. Itu tidak semua diperbaiki tapi mana yang rusak, itu diperbaiki.
"Selama ini rumah ini kita rawat secara pribadi, ya semampu kita. Jadi kalau misalnya sini bocor, kita perbaiki sendiri nanti sebelah sana bocor kita perbaiki sendiri. Kalau secara total jelas tidak punya biaya," jelas dia.
Proses rehabilitasi ini bermula rangkaian kunjungan dari civitas akademika Unisri, pimpinan DPRD Solo, hingga jajaran Pemerintah Kota Solo. Bulan Mei kemarin mulai dilakukan perbaikan.
"Ya alhamdulillah, mulainya bulan Mei kemarin. Ada rentetan kunjungan dari Rektorat Unisri, kemudian Ketua DPRD Solo, hingga Bapak Wali Kota dan Dandim yang meninjau lokasi," sambungnya.
Punya Nilai Sejarah