Sudirman Said: Konflik Kepentingan Jadi Akar Masalah Lemahnya Ketahanan Energi Nasional

Ketahanan energi RI rapuh akibat pola pikir jangka pendek, kebijakan populis, dan konflik kepentingan, menyebabkan pengelolaan sektor energi terus gagal dan bergantung impor.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:30 WIB
Sudirman Said: Konflik Kepentingan Jadi Akar Masalah Lemahnya Ketahanan Energi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral era 2014–2016 Sudirman Said, ada tiga masalah yang tidak pernah berubah di balik rapuhnya ketahanan energi Indonesia. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menyebut pola pikir jangka pendek dan kepentingan politik menghambat ketahanan energi nasional Indonesia.
  • Ketergantungan impor minyak yang tinggi memicu defisit valuta asing serta menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
  • Kegagalan tata kelola strategis mengakibatkan proyek eksplorasi dan transisi energi terus mangkrak sehingga Indonesia selalu rentan menghadapi krisis.

SuaraSurakarta.id - Harga minyak boleh naik-turun. Selat Hormuz bisa ditutup, lalu dibuka lagi. Tapi, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral era 2014–2016 Sudirman Said, ada tiga masalah yang tidak pernah berubah di balik rapuhnya ketahanan energi Indonesia.

Sudirman menjelaskan, "Tekanan pada energy security kita terus terjadi karena tiga aspek fundamental. Pertama, pola pikir jangka pendek atau ‘shortterm-isme’. Kedua, politik dan kebijakan populis yang terlalu dominan. Ketiga, maraknya praktik conflict of interest antara pengambil kebijakan dan pelaku usaha."

Ketiga masalah itulah yang telah menciptakan kegagalan sistemik yang berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. 

"Akibat dari tiga hal tadi, kita selalu gagal dalam mengelola urusan yang fundamental dan berdimensi jangka panjang. Riset dan pengembangan migas, eksplorasi, transisi energi, hingga tata-kelola pasokan minyak., semuanya seret atau mangkrak," ujar dia, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga:Pasbata Pasang Badan: Sebut Kampanye Hemat Energi Gubernur Jateng Tak Perlu Disudutkan

Seperti diketahui, saat ini dunia tengah mengalami krisis pasokan minyak global akibat konflik Timur Tengah yang oleh International Energy Agency (Badan Energi Internasional) disebut sebagai disrupsi/gangguan terhebat di sepanjang sejarah pasar energi. Namun, bagi Sudirman, krisis eksternal itu hanya memperlihatkan kelemahan yang sebenarnya sudah lama laten.

Indonesia mengonsumsi bahan bakar minyak 1,6 juta bph (barel per hari), tapi hanya mampu memproduksi 600-610 ribu bph.

Artinya, separuh lebih dari kebutuhan nasional bergantung penuh pada impor. Untuk membiayainya, saban hari negara harus membelanjakan valuta asing minimal USD100 juta. Pada 29 April 2026, tekanan itu mendorong rupiah terjun ke titik terendah sepanjang masa: Rp17.326 per 1USD.

Rektor Universitas Harkat Negeri itu menilai, semua itu bisa diantisipasi jika tata-kelola energi nasional tidak digerogoti oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek. Ia mencontohkan bagaimana wacana transisi energi di Indonesia selalu mengikuti siklus harga minyak, dan bukan pada visi strategis.

"Coba cermati polanya, riuh-rendah transisi energi hanya muncul tatkala suasana harga minyak sedang ekstrem tinggi. Begitu keadaan normal, kita pun lupa, terninabobokan, dan lalu business as usual kembali," ujarnya.

Baca Juga:Bertemu Satukan Energi Menjadi Sinergi dalam Reuni Akbar IAATW 2024

Pola itu, dalam hemat Sudirman, adalah bukti paling nyata dari dominasi shortterm-isme dalam pengambilan kebijakan energi. Ketika produksi tidak meningkat dan transisi energi menjadi sekadar jargon musiman, maka selamanya Indonesia akan terus terperangkap dalam jebakan yang sama.

"Jadi, pertanyaan yang harus bisa kita jawab sekarang bukanlah soal bagaimana bertahan melewati krisis ini. Tapi: mengapa kita selalu saja tidak siap dan kalang kabut ketika krisis datang?" pungkas Sudirman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini