- Area halaman utama Keraton Surakarta gelap dua hari akibat pemadaman listrik oleh oknum yang merasa telah membayar tagihan Januari.
- Tagihan listrik bulan Februari 2026 akhirnya dibayarkan oleh pihak keraton setelah berkoordinasi dengan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.
- Pembayaran empat meteran listrik mencapai Rp13,7 juta, menyisakan satu rekening di Sasana Narendra yang belum diselesaikan.
Dari sudut pemerintah kan mungkin melihatnya masih ada yang belum jelas, siapa sebenarnya harus menerima atau bertanggung jawab terhadap masalah ini. Sehingga pihaknya bisa menerima dan menghormati keputusan itu, namun PLN sebagai penyelenggara listriknya tidak bisa juga tidak dibayar.
"Oleh karena itu kemarin, kami begitu terima surat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) lalu koordinasi dengan PLN. Kita cek ke sana, ternyata saat kita cek itu sehari sebelumnya sudah ada pembayaran untuk bulan Januari," sambung dia.
Sementara itu Putri Dalem PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani membantah kalau ada pemadaman di halaman keraton.
"Tidak ada pemadaman listrik di keraton maupun di halaman keraton kok. Kemarin itu di bagian pintu brojonolo lor/utara itu ada sedikit konsleting, sehingga di pintu itu saja yang mati selama dua hari. Dan sudah diperbaiki lagi," tandasnya.
Baca Juga:Kirim Surat ke BPK RI, Tedjowulan Minta Audit Dana Keraton Kasunanan Surakarta di Masa PB XIII
Kontributor : Ari Welianto