- Driver ojol dan tukang becak di Solo berunjuk rasa menuntut pelarangan operasional Bajaj Maxride sebagai angkutan umum, Kamis (22/1/2026).
- Aksi ini dipicu penurunan pendapatan driver ojol hingga sekitar 60% akibat pelanggan beralih ke bajaj karena ongkos lebih murah.
- Dishub Solo akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Wali Kota dan berkoordinasi dengan aparat untuk menindaklanjuti perizinan bajaj.
Penegakan hukum bersama dengan kepolisian hingga Satpol PP akan dilakukan.
"Kalau ini salah satunya meminta adanya surat keputusan pelarangan. Nanti kami sampaikan ke Mas Wali terkait dengan penegakan hukum, insyaallah kami dengan Lantas, dengan Satpol di lapangan untuk segera menindaklanjuti," ujar dia.
Taufiq menambahkan pendekatan dengan pihak bajaj sudah dilakukan. Selama ini pihak ojol tidak masalah adanya bajaj asalkan aturan perizinan dipenuhi.
"Sebenarnya kami dan polisi sudah memberikan pendekatan ke bajaj. Intinya dari pihak garda itu awalnya gini kan, selama semua regulasi aturan dipenuhi dari bajaj, dari pihak garda nggak apa-apa. Dari pihak bajaj sampai sekarang ditunggu-tunggu nggak buat pengurusan perizinan," tandasnya.
Baca Juga:Unjuk Rasa di Solo Berakhir Anarkis, Aliansi Ojol Soloraya Klaim Ada Penyusup
Kontributor : Ari Welianto