SuaraSurakarta.id - Aksi solidaritas dan unjuk rasa ojek online atau driver ojol Soloraya menyayangkan aksi yang berlangsung di Kota Solo berakhir dengan kericuhan.
Melihat kondisi itu, Aliansi Ojol Soloraya menyebut bahwa aksi yang berlangsung di sejumlah lokasi di Kota Solo tersebut diduga disusupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Seperti diketahui, aksi solidaritas driver ojol di Kota Solo digelar di sejumlah lokasi. Di depan Markas Batalyon C Pelopor Surakarta, Bundaran Gladak, depan Balai Kota Solo hingga DPRD Kota Solo.
Humas aksi solidaritas ojol Solo Raya, Djoko Saryanto mengatakan aksi teman-teman kemarin diduga disusupi orang yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga:Demo di Solo Disusupi Perusuh, Bentrok Pecah hingga Malam Hari
Karena sebelum terjadi kericuhan, telah menarik ojol yang ada di lapangan.
"Aksi yang terjadi kemarin ternyata disusupi kegiatan yang mengarah ke pengrusakan atau anarki. Kami sangat menyayangkan dan kami tegaskan bahwa sebelum ada kejadian anarkis, kawan-kawan driver Ojol sudah menarik mundur untuk kembali ke markasnya masing-masing untuk kembali beraktivitas," terangnya, Sabtu (30/8/2025).
Djoko menjelaskan telah menarik teman-teman driver ojol itu saat ada indikasi kerusuhan sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi yang berlangsung kemarin sore itu bukan dari bagian driver ojol.
"Kawan-kawan sudah dihimbau tarik mundur, karena itu sudah tidak murni lagi aksi dari driver Ojol. Bahkan sampai malam pun teman-teman sudah tidak di jalan," jelas dia.
Djoko mengatakan sudah membuat satgas internal untuk menarik anggota ojek online yang berada di jalan saat terjadi kericuhan.
Baca Juga:Sesak Nafas Usai Demo Ricuh di Solo, Sejumlah Driver Ojol Dilarikan ke Rumah Sakit
Satgas itu juga bertugas untuk menyelamatkan kendaraan milik ojol saat aksi kemarin.
"Jadi kita bentuk satgas internal, kita sisir lokasi. Kita mengamankan beberapa motor dari rekan-rakan kita yang masuk rumah sakit di sepanjang jalan Adi Sucipto dan depan Manahan, kita temukan ada tiga motor yang bisa kita amankan yang saat ini kita titipkan di Satpam CIMB," paparnya.
Djoko mengatakan telah menyebar teman-teman untuk memantau pergerakan para driver ojol yang memakai jaket ojol, seperti di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.
Saat aksi chaos di atas pukul 22.00 WIB itu, kawan-kawan yang beratribut ojol sudah diarahkan untuk pulang.
"Kebetulan ada dari Satgas Internal Gojek juga yang menyisir. Jadi yang tidak mempunyai akun diambil jaketnya. Sebenarnya diambil, yang bersangkutan disuruh mengambil di kantor sedangkan yang punya akun aktif diimbau untuk pulang,” tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto