Cerita Pedagang dan Pengunjung Shelter PKL Manahan Saat Demo Ricuh: Kaget dan Langsung Berlarian

Pedagang juga harus menutup kiosnya lebih cepat dari biasanya.

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 08:27 WIB
Cerita Pedagang dan Pengunjung Shelter PKL Manahan Saat Demo Ricuh: Kaget dan Langsung Berlarian
Suasana Shelter PKL Manahan saat aksi solidaritas driver ojol di Kota Solo. (Suara.com/Ari Welianto),

SuaraSurakarta.id - Pedagang dan pengunjung Shelter PKL Manahan Solo harus berhamburan lari menyelamatkan diri saat gas air ditembakkan polisi diaksi solidaritas atas meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob, Jumat (29/8/2025) 

Pedagang juga harus menutup kiosnya lebih cepat dari biasanya. Karena mereka khawatir jika aksi yang memanas ini akan berlanjut.

"Kondisinya kisruh tadi. Langsung ditutup nggak jualan," ujar salah pedagang Selter Manahan, Heri saat ditemui, Jumat (29/8/2025).

Heri mengatakan tadi pedagang dan pengunjung yang sedang makan pada lari saat ada gas air mata.

Baca Juga:Unjuk Rasa Driver Ojol di Solo Ricuh Lagi, Lemparan Batu Dibalas Gas Air Mata

Larinya itu ke dalam area Stadion Manahan dengan menjebol pagar pembatas, ada juga yang ke arah utara.

Bahkan yang ikut demo juga pada lari saat ditembakkan gas air mata.

"Jadi pada panik saat ada gas air mata, yang jajan langsung lari. Tadi saya sempat nglayani  dan langsung lari, pada teriak-teriak juga," kata pedagang tahu kupat ini.

Heri mengaku matanya itu rasanya pedas dan sesak nafas.

"Rasanya perih matanya. Iya sesak nafas juga," akuinya.

Baca Juga:Demo Driver Ojol di Solo, Massa Aksi Bertahan di Mako Brimob

Heri langsung menutup kios dan tidak buka lagi. Biasanya itu tutup pukul 20.00 WIB atau pukul 21.00 WIB.

"Langsung tutup, tinggal beres-beres saja. Kalau tutup itu biasanya jam 8 atau jam 9 malam," imbuh dia.

Hal senada juga disampaikan pedagang lain, Wahyu Ispiranto yang menutup kiosnya meski masih ada pengunjung yang makan.

"Tadi gas air mata sampai sini, terus langsung pada lari," terangnya.

Wahyu mengatakan tadi sempat lari dua kali, yang pertama jam 2.30 sore, lalu yang kedua jam 4.30 sore. Untuk kerugian tidak ada, pembeli sudah bayar.

"Yang parah itu yang sore itu. Tadi ada pengunjung yang sedang makan, kaget terus lari," sambungnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?