- Satgas Pengendalian Harga Beras fokus menstabilkan harga beras di Papua Raya, menghadapi kendala geografis dan transportasi mahal.
- Mitigasi dilakukan melalui pemetaan wilayah, koordinasi moda transportasi, dan penyiapan 32 Gudang Filial di 28 Kota/Kab.
- Target penyaluran 4.634 Ton beras SPHP hingga Desember 2025; telah terealisasi 2.181,5 Ton hingga 9 Desember 2025.
Satgas pun berjibaku demi memastikan penyaluran beras SPHP sampai ke tangan masyarakat. Satgas menembus medan darat yang berat di kawasan Keerom, Sarmi, Jayapura, Merauke, Boven Digoel, Wamena, Tolikara, Puncak, Puncak Jaya, Yalimo, Sorong, Biak, Manokwari, Merauke dan Lanny Jaya.
"Satgas menempuh moda transportasi udara untuk pasokan ke wilayah pegunungan yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat perintis cargo, seperti wilayah Kab pegunungan Bintang, Kab Nduga, Yahukimo, dan Intan Jaya. Juga menggunakan kapal perintis demi menjagnkau wilayah Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Memberamo Raya dan Fakfak," kata Ade.
Hasilnya, sejak 18 November, Satgas telah mendistribusikan beras SPHP sebanyak 1.354 ton atau 29,22 % dari target realisasi sebesar 4.634 ton. Pada Selasa (9/12/2025), Satgas Pengendalian Harga Beras kembali melakukan penyaluran beras SPHP secara serentak di wilayah Papua Raya sebanyak 827,5 ton.
"Sehingga total beras SPHP yang didistribusikan sebanyak 2.181,5 ton atau 47,08 % dari target realisasi. Diharapkan dengan penyaluran beras SPHP secara serentak di wilayah Papua Raya ini dapat membantu saudara-saudara kita di Papua Raya guna memenuhi ketersediaan beras dan menstabilkan harga beras di akhir tahun," tegas mantan Kapolresta Solo tersebut.
Baca Juga:Waduh! Sidak di Pasar Gede Solo, Komisi IV DPR Temukan Beras SPHP Hilang di Pasaran