"Sehingga ketika lockdown diberlakukan ketika masyarakat rusk memborong beras dan sembako, persediaan langsung menipis, sehingga otomatis harga-harga akan melambung naik. Masyarakat akan semakin panik. Dan akhirnya chaos, pak," tulis Gus Raharjo menirukan ucapan orang tersebut kepada Jokowi saat itu.
Orang tersebut, juga sudah mendata jumlah uang di ATM dan seberapa cepat kemampuan pihak bank untuk kembali mengisi ATM ketika kosong. Tidak adanya stok uang tuna di ATM dapat menimbulkan kepanikan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia.
"Untuk itulah pak, kami mohon agar pak presiden tidak menggubris maraknya usulan untuk menerapkan lockdown," kata orang tersebut kepada Jokowi melalui sambungan telepon seperti dituliskan oleh Gus Raharjo.
Setelah mendengar masukan berdasarkan data detail hasil survei di lapangan, Jokowi pada saat itu akhirnya tidak jadi menerapkan lockdown dan memilih sistem pembatalan sosial. Gus Raharjo mengatakan, secara langsung, si penelpon itu telah membimbing Jokowi agar mengambil keputusan terbaik bagi bangsa dan negara ini.
"Penelpon tersebut adalah GANJAR PRANOWO, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ganjar, sang pejuang nasib rakyat," tutup Gus Raharjo dalam tulisannya.
Kisah yang diungkap oleh Gus Raharjo tersebut viral di media sosial. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan Gus Raharjo tersebut telah disukai lebih dari 18.600 kali dan dikomentari lebih dari 3000 komentar. Warganet merasa semakin percaya, hanya Ganjar yang layak menjadi penerus Presiden Jokowi setelah membaca kisah yang dibagikan Gus Rahajo.