Mungkin menu yang disajikan di sana bisa diduplikasi oleh restoran lain, namun untuk atmosfer hingga pelayanannya hanya terdapat di Pracima Tuin.
Makanan tradisional yang disajikan secara kekinian dengan ilmu kulinari tinggi layak dibanderol dengan harga mahal. Menu ini menyasar kalangan tertentu yang ingin tetap menikmati masakan rumahan, namun berada dalam atmosfer unik dan eksklusif, meski harus mengeluarkan uang lebih.
Ia juga berharap agar atmosfer di tempat itu lebih dipertahankan untuk menjadi pembeda.
"Jadi, royal dinner, royal lounge. Sah-sah saja dan pasarnya ada," katanya merujuk sajian makan malam kerajaan di ruang Mangkunegaran.
Baca Juga:BMI Kota Solo Kirim Bantuan Logistik ke Lokasi Pengungsian Korban Banjir
Perhatian pemerintah
Namun demikian, saking kayanya dengan kuliner, Indonesia termasuk di dalamnya Solo, masih lemah dalam literasi kuliner tradisional.
Oleh karena itu, dibutuhkan pendokumentasian sebagai wujud dari aksi literasi. Selain penting untuk riset, dokumentasi juga penting untuk pengembangan sektor itu sendiri.
Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM, mulai dari proses produksi hingga promosi, sehingga produk dapat disajikan secara lebih baik.
Di Solo, pemerintah terlihat memberikan dukungan pada sektor ini. Beberapa kali, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menjamu sejumlah tamu di Restoran Pracima Tuin.
Baca Juga:Digelar di Solo Safari, Petugas dan Peserta Upacara Hari Jadi ke-278 Kota Solo Semua Anak-anak
Beberapa di antaranya dari perkumpulan raja-raja se-Nusantara dan belum lama ini Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Lee Sang Deok. Melalui jamuan tersebut, Gibran ingin memperkenalkan menu tradisional khas Solo kepada banyak orang dengan sajian eksklusif.