Mengoptimalkan Sistem Imun Anak dari dalam Kandungan, Ini Saran dari Dokter

Sistem imun seorang anak bisa dioptimalkan sejak dalam kandungan. Hal itu tentu saja akan memberikan dampak positif pada anak saat lahir ke dunia nanti

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 27 Oktober 2022 | 06:55 WIB
Mengoptimalkan Sistem Imun Anak dari dalam Kandungan, Ini Saran dari Dokter
Ilustrasi Ibu Hamil. Imun seorang anak bisa dioptimalkan sejak dalam kandungan. Hal itu tentu saja akan memberikan dampak positif pada anak saat lahir ke dunia nanti. (Freepik)

SuaraSurakarta.id - Sistem imun seorang anak bisa dioptimalkan sejak dalam kandungan. Hal itu tentu saja akan memberikan dampak positif pada anak saat lahir ke dunia nanti. 

Dokter spesialis anak dr Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) memberikan kiat untuk mengoptimalkan sistem imun anak sejak masih dalam kandungan, salah satunya memastikan para wanita melakukan kontrol kehamilan teratur di bidan atau dokter.

Selama hamil, ibu juga harus mampu menjaga kebersihan diri dan mencegah infeksi. Apabila terjadi infeksi maka obati infeksi secara dini.

"(Ibu juga harus) Mendapatkan nutrisi lengkap seimbang, harus menghindari stres, wajib menghindari alkohol dan asap rokok," kata dokter Molly dikutip dari ANTARA pada Rabu (26/10/2022)

Baca Juga:Viral Video Ibu Hamil Merokok di Sekitar Anak-anak, Dokter Ungkap Bahayanya untuk Janin

Kemudian, saat melahirkan apabila tidak ada kontraindikasi medis maka sebaiknya ibu memilih metode kelahiran normal atau secara pervaginam ketimbang caesar.

Lebih lanjut, pada bayi, penting untuk mendapatkan nutrisi terutama ASI secara eksklusif hingga enam bulan, kemudian dilanjutkan makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang hingga anak berusia dua tahun.

"Selain itu, yang tidak kalah penting dalam perkembangan sistem imun yakni vaksinasi," kata Molly.

Dia mengingatkan, apabila terjadi disregulasi atau gangguan sistem imun baik yang alami maupun yang didapat pada anak misalnya terjadi alergi, infeksi, maka ini akan mempengaruhi perkembangan otak khususnya kognitif dan perilaku anak.

Berbagai penelitian menunjukkan infeksi yang terjadi pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan autisme pada anak atau Autism spectrum disorder (ASD).

Baca Juga:Treatment Pola Hidup Sehat untuk Mempersiapkan Kehamilan

Merujuk studi, bila infeksi terjadi pada anak di awal kehidupan khususnya satu tahun pertama, contohnya infeksi diare maka ini merupakan faktor risiko terjadinya gangguan kognitif pada anak.

"Tidak ada ibu yang mengalami infeksi, anak mengalami infeksi, ternyata anak-anak yang memiliki faktor risiko atau gejala alergi di awal masa kehidupannya berisiko mengalami gangguan perkembangan," kata Molly.

Penelitian juga menunjukkan anak dengan penyakit alergi berisiko 30-50 persen lebih tinggi memiliki attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) yakni gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian atau konsentrasi.

"Anak dengan ADHD cenderung memiliki gejala asma, rhinitis alergi, dermatitis atopi dan konjungtivitas alergi yang semuanya merupakan kelompok penyakit alergi," demikian tutur Molly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak