Indonesia Serasi dan Kisah Dua Musisi Ajak Anak Muda untuk Semakin Mencintai Tanah Air

Banyak cara bisa dilakukan untuk semakin mencintai ragam budaya hingga Tanah Air.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 02:10 WIB
Indonesia Serasi dan Kisah Dua Musisi Ajak Anak Muda untuk Semakin Mencintai Tanah Air
Kamasean dan Ryuzaki Rama. [dokumentasi pribadi]

SuaraSurakarta.id - Bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya beragam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Banyak cara bisa dilakukan untuk semakin mencintai ragam budaya hingga Tanah Air.

Namun, belakangan keragaman yang dimiliki Bangsa Indonesia justru tidak menimbulkan kebanggaan bagi generasi muda saat ini.

Ekspansi budaya dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, justru lebih disukai oleh generasi masa kini atau biasa disebut dengan generasi Z.

Baca Juga:Viral TKI Cianjur Disiram Bubur, Pemerintah Kabupaten Cianjur Surati Kemenlu

Kondisi itu memantik semangat tiga musisi lintas generasi, diantaranya Kamasean Matthews, Abraham Kevin, dan Ebith Beat A. Ketiga musisi tersebut, berkolaborasi menciptakan karya berjudul "Indonesia Serasi".

"Melalui karya yang dibuat, bagaimana bisa menyampaikan kepada generasi muda saat ini untuk lebih mencintai Indonesia," ungkap Kamasean Matthews dalam kegiatan tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Kamasean itu mengatakan, dalam membawakan karya kolaborasi tersebut tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menyampaikan pesan yang terkandung.

Namun, melalui karya tersebut mampu menggerakan sesuatu yang berdampak besar kedepan.

"Kita mulai dari suatu yang kecil, untuk memulai gerakan yang besar. Melalui karya ini, semoga mampu ditangkap sebagai gerakan supaya generasi saat ini lebih mencintai Indonesia. Pelangi itu, indah karena beragam. Sama seperti bangsa ini. Kalau hanya satu warna, itu cuma seragam," ucap penyanyi jebolan salah satu ajang pencarian bakat di tanah air itu.

Baca Juga:Panas! Anji dan Marcell Siahaan Saling Serang di Media Sosial Soal Transparansi Royalti Musisi

Dimana, penggunaan media sosial lebih berperan banyak bagi generasi saat ini. Namun, hal itu justru digunakan untuk saling serang dan saling bully satu dengan yang lain.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini