SuaraSurakarta.id - Mantan pendeta bernama Rudi Muliyadi ketika memutuskan memeluk agama Islam dan menjadi seorang mualaf pernah menggemparkan umat Kristen.
Pasalnya semasa menjadi seorang pendeta, Rudi Muliyadi dikenal pernah memurtadkan 3.000 orang Islam untuk masuk ke agama Kristen.
Kisah mantan pendetan Rudi Muliyadi tersebut disampaikan oleh anak kandungnya, Yesi Yasika. Perempuan yang juga mualaf ini memberikan keterangan soal perjalanan ayahnya menjadi mualaf.
Menurut Yesi awal mula keputusan ayahnya menjadi mualaf banyak ditentang dan dipertanyakan oleh para pendeta.
Baca Juga:Bukan dari Hati, Angelina Sondakh Akui Masuk Islam karena Cinta Adjie Massaid
"Papa saya itu kan mantan pendeta, ya. Pas memutuskan masuk Islam, banyak sekali pihak-pihak gereja itu yang meminta keterangan beliau. Istilahnya meminta konfirmasi, kenapa pak Rudi bisa memeluk agama Islam," kata Yesi melalui unggahan video di kanal youtube Ngaji Cerdas.
''Padahal beliau (Rudi Muliadi) itu adalah pendeta yang sudah hampir 3000 orang dimurtadkan oleh beliau," sambungnya.
Saat didatangi para pendeta, Yesi mengaku khawatir. Hal tersebut karena takut ayahnya mendapat sesuatu yang tidak diinginkan setelah keputusan menjadi mualaf.
"Jadi pada waktu itu ada beberapa pendeta yang datang ke rumah, kita semua sudah panik karena apa namanya takut papa itu terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan. Tetapi alhamdulillah pada saat itu saya melihat papa saya tenang, santai, tenang aja," imbuh Yesi.
Perempuan berhijab abu-abu ini menambahkan dihadapan para pendeta, ayahnya itu membeberkan alasannya memilih memeluk agama Islam, karena telah mengetahui bahwa Yesus yang selama dianggap umat Kristen sebagai Tuhan itu keliru.
Baca Juga:Gus Miftah Angkat Suara Soal Celine Evangelista yang Diisukan Mualaf: Hidayah itu Urusan Allah
"Kalau selama ini di agama Kristen menyakini pada hari akhir Yesus akan datang ke altar gereja dengan bernyanyi glory-glory haleluya,"
- 1
- 2