- Terdapat enam hari spesifik yang secara hukum Islam dilarang untuk melaksanakan puasa ganti (qadha) Ramadan.
- Hari-hari terlarang tersebut meliputi Hari Arafah bagi yang haji, Hari Syak, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tasyrik.
- Istri diwajibkan meminta izin suami untuk mengganti puasa jika suami berada di rumah, serta hari Jumat tanpa didahului/diikuti puasa.
SuaraSurakarta.id - Menjalani puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Muslim yang mampu, namun bagi yang terhalang, seperti sakit atau perjalanan jauh, diwajibkan untuk mengganti puasa tersebut di hari-hari setelah Ramadan.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua hari bisa digunakan untuk mengganti puasa. Ada beberapa hari yang dilarang umat Muslim untuk mengganti puasa, termasuk puasa qadha.
Berikut adalah enam hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadan.
1. Hari Arafah: Makruh Bagi yang Haji
Baca Juga:Keajaiban Malam Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta: Jejak Sejarah dan Makna Mendalam
Puasa pada Hari Arafah dianggap puasa sunnah bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Namun, bagi yang sedang haji, puasa pada hari ini hukumnya makruh.
Hal ini berdasarkan riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengkonsumsi semangkok susu di tempat wukuf, sementara orang-orang melihatnya. Oleh karena itu, umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji tidak diperbolehkan berpuasa pada hari Arafah.
2. Hari Syak: Hari yang Diragukan
Hari Syak adalah hari terakhir dari bulan Syaban yang menjadi penentuan awal Ramadhan. Pada hari ini, umat Islam dilarang untuk berpuasa, termasuk mengganti puasa Ramadhan.
Dari Ammar bin Yasir RA, dijelaskan bahwa berpuasa pada hari Syak berarti telah mendurhakai Rasulullah ﷺ. Jadi, sangat penting bagi umat Islam untuk tidak berpuasa pada hari Syak yang merupakan hari keraguan terkait masuknya bulan Ramadhan.
Baca Juga:Eratkan Silaturahmi dan Sosialisasi Program Kerja, DSKS Berbagi di PAKYM Solo
3. Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha: Hari Raya yang Dinantikan
Pada dua hari raya besar umat Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, umat Muslim dilarang untuk berpuasa, termasuk mengganti puasa Ramadhan.
Dua hari raya ini adalah waktu untuk berbuka puasa dan merayakan kebahagiaan bersama keluarga. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Ubaid, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berpuasa pada dua hari tersebut. Oleh karena itu, umat Islam tidak diperbolehkan mengganti puasa pada hari raya ini.
4. Hari Tasyrik: Waktu untuk Berbuka dan Makan
Hari Tasyrik terdiri dari tiga hari setelah perayaan Idul Adha, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini, umat Muslim dilarang untuk berpuasa, termasuk mengganti puasa Ramadhan.
Rasulullah ﷺ menyarankan agar umat Islam menikmati makanan dan hidangan dari daging qurban pada hari-hari ini. Dalam sebuah hadits, Rasulullah juga menyatakan bahwa Hari Tasyrik adalah hari untuk makan dan minum. Oleh karena itu, tidak ada puasa, termasuk puasa qadha, yang diperbolehkan pada hari-hari Tasyrik.
5. Hari Jumat: Dilarang Berpuasa Tanpa Izin
Pada hari Jumat, umat Islam dilarang berpuasa secara khusus tanpa diiringi dengan puasa pada hari sebelumnya atau setelahnya. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika berpuasa sehari sebelumnya atau setelahnya."
Hal ini menunjukkan bahwa Jumat dianggap sebagai hari raya mingguan bagi umat Muslim, di mana lebih dianjurkan untuk fokus pada ibadah sholat Jumat, doa, dan dzikir.
6. Hari yang Dilarang bagi Istri Jika Suaminya Ada di Rumah
Salah satu larangan yang cukup menarik adalah bagi seorang istri yang dilarang berpuasa (termasuk mengganti puasa Ramadhan) jika suaminya ada di rumah, kecuali dengan izin dari suami.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak dibolehkan seorang istri berpuasa saat suaminya di rumah, kecuali dengan izinnya." Oleh karena itu, seorang istri hanya boleh mengganti puasa Ramadhan dengan izin dari suaminya jika ia ingin melakukannya pada hari tersebut.
Hari yang Dianjurkan untuk Mengganti Puasa Ramadan
Selain hari-hari yang dilarang, ada juga beberapa hari yang sangat dianjurkan untuk mengganti puasa Ramadhan, seperti puasa Syawwal enam hari, puasa Senin dan Kamis, serta puasa Ayamul Bidh (tiga hari setiap bulan).
Meskipun puasa qadha itu wajib, umat Muslim disarankan untuk menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah tersebut.
Mempersiapkan Diri Menjelang Ramadan 2026
Ramadhan 2026 semakin dekat, dan bagi yang belum menyelesaikan puasa qadha, sangat penting untuk segera menyelesaikannya.
Mengetahui hari-hari yang dilarang untuk berpuasa dapat membantu umat Muslim dalam merencanakan waktu yang tepat untuk mengganti puasa yang tertinggal.
Dengan perencanaan yang baik, umat Muslim dapat menunaikan kewajiban puasa dengan lebih teratur dan tepat waktu.
Semoga informasi ini bermanfaat dalam membantu Anda merencanakan puasa qadha sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mengganti puasa dengan bijak dan sesuai aturan yang berlaku.
Kontributor : Dinar Oktarini