facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Geger! Penobatan Putra Mahkota Purboyo, Putra Tertua PB Xlll KGPH Mangkubumi Tak Diakui Dewan Adat Keraton Surakarta

Budi Arista Romadhoni Kamis, 10 Maret 2022 | 10:50 WIB

Geger! Penobatan Putra Mahkota Purboyo, Putra Tertua PB Xlll KGPH Mangkubumi Tak Diakui Dewan Adat Keraton Surakarta
KGPAA Suryo Aryo Mustiko atau KGPAA Purbaya [kiri berdiri[. [Timlo.net/M.Ismail]

Penobatan Putra Makhota Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo menjadi perhatian banyak pihak

SuaraSurakarta.id - Penobatan Putra Makhota Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo, ternyata membuat kisah menarik bagi putra tertua PB Xlll KGPH Mangkubumi, yang tidak permah diajak berbicara dalam penobatan Purboyo.

Hal itu diungkapkan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau yang akrab dipanggil Gusti Moeng di Kantornya Lembaga Dewan Adat (Keraton Surakarta), di Jalan Kamandungan, Komplek Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis, (10/03/2022).

"Mangkubumi ini orang yang mau belajar serta anak yang mau mengerti. Dan Mangkubumi ini juga kerap ngobrol dengan saya mengenai Keraton kedepan."

Namun dalam pengangkatan atau penobatan Purboyo sebagai putra mahkota tersebut, hingga kini Mangkubumi tidak pernah diajak berbicara baik Sinuhun maupun Ibu dari Purboyo.

Baca Juga: Singgung Soal Mangkunegara X, Gusti Moeng Sebut Trah yang Pindah Agama dan Bukan Islam akan Hilang Haknya dari Mataram

"Inikan lucu. Lha Mangkubumi ini posisi sebagai apa kok enggak diajak ngomong mengenai penobatan itu," jelas GKR Wandansari.

GKR Wandansari atau Gusti Moeng juga menyebutkan, bahwa dalam penobatan itu, harusnya KGPH Mangkubumi juga diajak berembuk (berbicara). Mengingat, Mangkubumi anak tertua dari Sinuhun PB Xlll.

"Lha kan lahirnya Mangkubumi ini sudah pada posisi anaknya Sinuhun Hangabehi. Dan apa Koko (Purboyo) ini lahir sebagai anak Hangabehi? Kan enggak."

Lanjut Gusti Moeng, dalam hal ini posisi Mangkubumi jadi mengerti, "Dan mengertinya ini, Mangkubumi hanya bisa menyerahkan semua kepada Allah."

Karena apapun menurut Gusti Moeng, semua atas kehendakNya."kita tidak tahu apa yang terjadi. Saiki ditetepne (sekarang ditetapkan), durung ngerti baknene sesuk mati (belum tahu besok bisa meninggal), kembali lagi semua kehendakNya."

Baca Juga: Kisah Tugu Pemandengan, Titik Nol Kota Solo yang Dulu Sebagai Titik Pandang Sinuhun

Seperti diketahui, pada Minggu (27/02/2020), lalu Keraton Kasunanan Surakarta menggelar upacara peringatan Tingalandalem Jumenengan atau kenaikan tahta ke 18, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) Xll.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait