Geger! Penobatan Putra Mahkota Purboyo, Putra Tertua PB Xlll KGPH Mangkubumi Tak Diakui Dewan Adat Keraton Surakarta

Penobatan Putra Makhota Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo menjadi perhatian banyak pihak

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 10 Maret 2022 | 10:50 WIB
Geger! Penobatan Putra Mahkota Purboyo, Putra Tertua PB Xlll KGPH Mangkubumi Tak Diakui Dewan Adat Keraton Surakarta
KGPAA Suryo Aryo Mustiko atau KGPAA Purbaya [kiri berdiri[. [Timlo.net/M.Ismail]

SuaraSurakarta.id - Penobatan Putra Makhota Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo, ternyata membuat kisah menarik bagi putra tertua PB Xlll KGPH Mangkubumi, yang tidak permah diajak berbicara dalam penobatan Purboyo.

Hal itu diungkapkan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau yang akrab dipanggil Gusti Moeng di Kantornya Lembaga Dewan Adat (Keraton Surakarta), di Jalan Kamandungan, Komplek Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis, (10/03/2022).

"Mangkubumi ini orang yang mau belajar serta anak yang mau mengerti. Dan Mangkubumi ini juga kerap ngobrol dengan saya mengenai Keraton kedepan."

Namun dalam pengangkatan atau penobatan Purboyo sebagai putra mahkota tersebut, hingga kini Mangkubumi tidak pernah diajak berbicara baik Sinuhun maupun Ibu dari Purboyo.

Baca Juga:Singgung Soal Mangkunegara X, Gusti Moeng Sebut Trah yang Pindah Agama dan Bukan Islam akan Hilang Haknya dari Mataram

"Inikan lucu. Lha Mangkubumi ini posisi sebagai apa kok enggak diajak ngomong mengenai penobatan itu," jelas GKR Wandansari.

GKR Wandansari atau Gusti Moeng juga menyebutkan, bahwa dalam penobatan itu, harusnya KGPH Mangkubumi juga diajak berembuk (berbicara). Mengingat, Mangkubumi anak tertua dari Sinuhun PB Xlll.

"Lha kan lahirnya Mangkubumi ini sudah pada posisi anaknya Sinuhun Hangabehi. Dan apa Koko (Purboyo) ini lahir sebagai anak Hangabehi? Kan enggak."

Lanjut Gusti Moeng, dalam hal ini posisi Mangkubumi jadi mengerti, "Dan mengertinya ini, Mangkubumi hanya bisa menyerahkan semua kepada Allah."

Karena apapun menurut Gusti Moeng, semua atas kehendakNya."kita tidak tahu apa yang terjadi. Saiki ditetepne (sekarang ditetapkan), durung ngerti baknene sesuk mati (belum tahu besok bisa meninggal), kembali lagi semua kehendakNya."

Baca Juga:Kisah Tugu Pemandengan, Titik Nol Kota Solo yang Dulu Sebagai Titik Pandang Sinuhun

Seperti diketahui, pada Minggu (27/02/2020), lalu Keraton Kasunanan Surakarta menggelar upacara peringatan Tingalandalem Jumenengan atau kenaikan tahta ke 18, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) Xll.

Dalam acara adat itu, Keraton Kasunanan Surakarta juga menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo ( KGPH) Purboyo sebagai Kanjeng Gusti Adipati Anom Sudibyo Rajaputra Narendra Ing Mataram, atau putra mahkota.

Kontributor : Budi Kusumo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini