Respons Serangan Macan Tutul, Polsek Jatiyoso dan Tim Gabungan Sisir Lokasi Kejadian

Polisi & TNI Jatiyoso cek lokasi serangan macan tutul di Desa Beruk yang memangsa 2 kambing. Warga diminta waspada, perkuat kandang, dan aktifkan ronda malam.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 12 Februari 2026 | 14:23 WIB
Respons Serangan Macan Tutul, Polsek Jatiyoso dan Tim Gabungan Sisir Lokasi Kejadian
Polres Karanganyar melalui Polsek Jatiyoso bersama anggota Koramil Jatiyoso, relawan Jatiyoso, relawan Desa Beruk, serta perangkat desa setempat langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian serangan macan tutul. [Jatengnews.id]
Baca 10 detik
  • Serangan satwa diduga macan tutul terjadi di Desa Beruk, Jatiyoso, Senin dini hari (10/2/2026), memangsa dua ekor kambing warga.
  • Polres Karanganyar bersama instansi terkait segera mengecek lokasi dan berkoordinasi mengantisipasi potensi serangan satwa liar lanjutan.
  • Polres mengimbau warga waspada, memperkuat kandang, menambah penerangan, serta mengaktifkan ronda malam untuk mencegah serangan kembali.

SuaraSurakarta.id - Polres Karanganyar melalui Polsek Jatiyoso bersama anggota Koramil Jatiyoso, relawan Jatiyoso, relawan Desa Beruk, serta perangkat desa setempat langsung melakukan pengecekan lokasi serangan macan tutul.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Dusun Pondok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, sempat digegerkan dengan serangan satwa liar yang diduga macan tutul dari kawasan Gunung Lawu.

Serangan itu terjadi Senin (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dengan dua ekor kambing milik warga dilaporkan menjadi korban.

Satu kambing milik Warini (60) ditemukan dalam kondisi habis dimangsa. Sementara satu kambing lainnya mati dengan luka gigitan di bagian leher dan tidak dimakan hingga habis. Diduga, satwa tersebut telah kenyang saat meninggalkan lokasi.

Baca Juga:Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kejadian serupa.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan lereng Gunung Lawu," kata AKBP Arman Sahti melansir Jatengnews.id--jaringan Suara.com, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, warga diminta memperkuat kandang ternak dengan pagar yang lebih tinggi, menambah penerangan di sekitar kandang, serta mengaktifkan kembali ronda malam.

"Warga di sekitar lokasi juga kami sarankan membuat api unggun agar satwa liar tidak mendekat ke permukiman," tegasnya.

Diketahui, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2020, ketika macan tutul juga memangsa ternak kambing milik warga di wilayah tersebut. Aparat mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika kembali menemukan tanda-tanda kemunculan satwa liar.

Baca Juga:Izin Pembangunan Bukit Doa Dicabut Bupati Karanganyar, LBH GP Ansor Bakal Gugat ke PTUN

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak