Gandeng ISI Surakarta, Pemkot Solo Pastikan Logo Hari Jadi ke-281 Bebas Subjektivitas

Logo HUT Solo ke-281 "Berbudaya, Pradaya, Sejahtera" karya ISI Surakarta diluncurkan. Kerja sama hindari subjektivitas politik demi kemajuan budaya Solo.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 10 Februari 2026 | 13:01 WIB
Gandeng ISI Surakarta, Pemkot Solo Pastikan Logo Hari Jadi ke-281 Bebas Subjektivitas
Gandeng ISI Surakarta, Pemkot Solo Pastikan Logo Hari Jadi ke-281 Bebas Subjektivitas. [Dok Pemkot Solo]
Baca 10 detik
  • Logo Hari Jadi Kota Solo ke-281 bermakna "Berbudaya, Pradaya, Sejahtera", hasil karya Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
  • Peluncuran logo dan penandatanganan MoU ISI Surakarta-Pemkot Solo terjadi di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu (8/2/2026).
  • Kerja sama ini bertujuan menghindari subjektivitas politik sekaligus mengembangkan pendidikan dan kebudayaan kota.

SuaraSurakarta.id - Logo Hari Jadi Kota Solo ke-281 resmi. Logo bermakna “Berbudaya, Pradaya, Sejahtera” ini merupakan hasil karya Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Launching logo sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara ISI Surakarta dan Pemkot Solo berlangsung di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu malam (8/2/2026).

Kegiatan diawali dengan pertunjukan tari Perang Kembang oleh mahasiswa ISI Surakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan tarian yang menampilkan identitas lambang Hari Jadi Solo ke-281. Para penari mengenakan busana biru-kuning yang dimaknai sebagai simbol kepercayaan dan harapan.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, logo tersebut merepresentasikan identitas dan semangat Kota Solo. Logo juga menggambarkan Surakarta sebagai kota budaya yang tetap dinamis, inovatif, dan maju, sekaligus mencerminkan komitmen Pemkot Surakarta dalam menjalankan visi-misi pembangunan daerah.

Baca Juga:Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran

“Launching logo kali ini dalam rangka hari ulang tahun Kota Solo ke-281. Ini momentum awal kita serahkan untuk bekerja sama, komitmen Pemerintah Kota Surakarta dengan ISI Surakarta. Filosofi dan desain itu diproduksi, diciptakan oleh teman-teman dari ISI Surakarta,” kata Respati.

Respati menjelaskan, kerja sama pembuatan logo dengan ISI Surakarta dilakukan untuk menghindari kepentingan politik maupun subjektivitas pribadi kepala daerah.

“Dalam pembuatan logo seperti ini selalu ada unsur subyektifitas. Jadi Fokusnya adalah untuk menghindarkan subjektivitas politik, subjektivitas pemimpin. Jadi kita menghormati antar institusi, Pemerintah Kota Surakarta dengan ISI Surakarta,” ujarnya.

Menurut Respati, keterlibatan akademisi dalam pembuatan logo bukan hanya soal simbol, melainkan bagian dari komitmen Pemkot Surakarta dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada ISI Surakarta atas penyelenggaraan launching logo yang dinilai berjalan baik dan penuh makna.

“Dalam MoU ini tidak hanya serta-merta jadi logo saja, tapi untuk pengembangan budaya di pendidikan-pendidikannya. Saya mengapresiasi sekali, terima kasih kepada ISI Surakarta untuk menjadi mitra dalam pengembangan budaya Kota Surakarta,” paparnya.

Baca Juga:Resmikan Tiga Bangunan SD Negeri Solo, Respati Ardi Dorong Pendidikan Inklusif

Respati berharap, Hari Jadi Solo ke-281 menjadi simbol dan semangat baru, energi kebersamaan, dan optimisme dalam mewujudkan Kota Bengawan yang semakin maju, berdaya saing, serta tetap berkarakter budaya.

Sementara itu, Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Wali Kota Solo yang melibatkan ISI dalam pembuatan logo Hari Jadi Solo ke-281.

Logo bertajuk “Berbudaya, Pradaya, Sejahtera” memiliki makna tersendiri. Berbudaya mencerminkan identitas Kota Solo, Pradaya berarti berdaya atau aksi, dan Sejahtera menggambarkan tujuan baik bagi Surakarta.

“Kita mencoba meramu antara identitas, kemudian aksinya dalam bentuk Pradaya, lalu goals-nya seperti apa yang terangkum dalam logo ini. Warna kita buat secerah mungkin, se-happy mungkin. Tetap ada akar tradisi yang kuat di bawah, terepresentasi dalam simbol-simbol visual,” jelasnya.

Dalam logo tersebut terdapat corak Rojomolo, Batik Parang, Batik Kawung, serta Keris. Seluruh simbol dikemas dalam bentuk yang lebih kekinian.

“Kita menghadirkan metrik digital di situ, yang kita kemas dalam bentuk Batik Kawung digital yang kecil-kecil. Filosofinya, teknologi itu tidak akan mematikan budaya, tetapi akan meramu untuk menjadi sesuatu yang lebih indah ke depannya,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak