- Wali Kota Solo mengadakan Rakor bersama Dinas Pendidikan pada 4 Februari 2026 guna merencanakan peningkatan kualitas pendidikan.
- Fokus utama rencana meliputi peningkatan kesejahteraan guru serta mutu pembelajaran PAUD sampai SMP di Kota Surakarta.
- Akan dilakukan penambahan guru dan pendamping disabilitas, dengan skema rekrutmen alternatif akibat adanya larangan non-ASN.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran Dinas Pendidikan Kota Surakarta di kantornya, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk menyusun rencana pendidikan yang bermutu di Kota Solo pada 2026. Dia memfokuskan di tahun ini untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran bagi pelajar mulai dari PAUD hingga SMP.
“Hari ini bersama dengan jajaran Dinas Pendidikan Surakarta kita membuat road map pendidikan termasuk kesejahteraan tenaga pendidik mulai dari guru PAUD sampai SMP. Jadi ini kita buat road mapnya, kita pikirkan kesejahteraan yang layak dan ada peningkatan kualitas untuk tenaga pendidik dalam hal kegiatan belajar mengajar serta pemenuhan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Respati juga mengatakan, akan ada penambahan guru-guru di sekolah negeri Surakarta termasuk tenaga pendamping bagi pelajar disabilitas. Dia berharap dengan upaya-upaya ini dapat meningkatkan kualitas sekolah negeri di Solo dan bersaing dengan sekolah swasta.
Baca Juga:Kenang Ki Anom Suroto, Respati Ardi Branding Kota Solo dengan Karya Jingle 'Solo Berseri'
“Tentunya ini demi majunya pendidikan di Surakarta. Dan kita juga siapkan SMP ada program unggulan khusus yang akan siap bersaing dengan sekolah SMP swasta lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Dwi Ariyatno menjelaskan langkah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Solo yakni pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya penambahan tenaga pendidik dan pendamping pelajar disabilitas.
Pihaknya juga sudah memperkirakan akan ada pengurangan guru hingga akhir Desember akibat beberapa faktor seperti pensiun, mutasi, promosi maupun yang lainnya.
“Secara fakta, pengurangan guru karena pensiun, meninggal kemudian mutasi atau promosi itu dari mulai awal Januari sampai Desember sudah kami proyeksikan. Dan itu dipastikan akan berkurang sehingga kita harus menyiapkan skema untuk penggantian agar kelas kita tidak kosong dan layanan pendidikan kita pastikan untuk terus berlanjut,” paparnya.
Dia mengakui terdapat potensi hambatan penambahan guru mengingat adanya kebijakan larangan pengangkatan tenaga non-ASN. Meski demikian, dia juga sudah menyiapkan langkah alternatif melalui skema kontrak jasa perorangan atau tenaga ahli pendidik.
Baca Juga:Respati Ardi Siapkan Insentif untuk Atlet Disabilitas Solo Berprestasi di ASEAN Para Games 2025
“Kami sudah berkonsultasi dengan bagian pengadaan untuk mekanisme tersebut. Dan dimungkinkan dilakukan hanya mungkin sesuai dengan kemampuan. Kita akan prioritaskan dengan kebutuhan yanh ada termasuk guru pendamping khusus yang menjadi fokus pak Wali tadi. Dan pak Wali memberikan pesan untuk menambah tenaga pendidik yang nantinya akan direkrut sesuai kebutuhan,” paparnya.
Skema perekrutan guru ini akan diprioritaskan pada kebutuhan mendesak mengingat penambahan guru di Kota Solo hingga akhir 2026 mencapai 286. “Tapi pak Wali tadi minta untuk diprioritaskan kebutuhan mendesak. Dan saat ini prioritas untuk dipenuhi termasuk guru pendamping khusus karena itu sudah dipetakan pak Wali dan beberapa sekolah juga membutuhkan itu,” tandasnya.