- Wali Kota Solo menyiapkan insentif dan fasilitas bagi atlet disabilitas berprestasi di ASEAN Para Games 2025.
- Dukungan tersebut mencakup bonus prestasi dan gratis penggunaan fasilitas olahraga pemerintah bagi atlet disabilitas Solo.
- Pemkot Solo akan membuat kelas khusus pembinaan berkelanjutan agar atlet difabel Surakarta lebih berdaya.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan insentif bagi para atlet disabilitas asal Solo yang berprestasi di ajang ASEAN Para Games 2025.
Dia memastikan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berkomitmen untuk terus mendukung atlet-atlet Kota Bengawan yang tengah berjuang mengharumkan nama Indonesia.
Dukungan yang diberikan tidak hanya bonus saja melainkan penyediaan fasilitas bagi para atlet disabilitas. Selain itu, Pemkot Solo juga akan membuat kebijakan khusus bagi atlet disabilitas terkait penggunaan fasilitas milik pemerintah.
“Bonus prestasi pastinya, dan kami akan berikan fasilitas tidak hanya bonus tetapi sarana olahraga yang kemarin dikeluhkan ada berbayar akan kita gratiskan untuk rekan-rekan atlet disabilitas,” kata Respati disela-sela memberikan dukungan atlet Solo yang berlaga di Para Games Thailand, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga:Tedjowulan Mulai Ngantor di Keraton Surakarta, Fokus Awal Rembug Keluarga Besar Bagi yang Mau
Respati juga akan memberikan pembinaan berkelanjutan bagi atlet-atlet difabel di Surakarta. Upaya ini juga bertujuan agar masyarakat penyandang disabilitas di Solo makin berdaya.
“Kami akan siapkan kelas khusus olahraga disabilitas sehingga berkelanjutan. Jadi para atlet nanti akan berdaya dan mempunyai pekerjaan yang layak di Kota Surakarta. Dan sebagai kota yang juga pernah menyelenggarakan Asean Para Games dan Peparnas, komtimen Kota Solo ke depan terus menjadi kota yang ramah bagi penyandang disabilitas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Respati berharap atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Thailand bisa meraih hasil terbaik. Dia yakin peluang prestasi bagi tiap atlet di ajang dua tahunan ini sangat terbuka.
“Jangan patah semangat, harapan tetap terbuka lebar. Kita sudah saatnya menjadi negara yang punya kekuatan di atlet sehingga dapat membanggakan Indonesia. Dan ini menjadi salah satu profesi yang patut diperhitungkan di Indonesia,” tutupnya.
Baca Juga:7 Alasan GKR Timoer Menginterupsi Fadli Zon Saat Penyerahan SK Keraton Solo