Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul

Petani Sukoharjo hadapi cuaca & pupuk langka. Panen turun drastis saat hujan. Biaya tinggi & harga jual tak menentu jadi tantangan utama.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 Februari 2026 | 19:22 WIB
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Ilustrasi kisah petani melawan cuaca ekstrem dan kurangnya pupu subsidi pemerintah. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Petani di Sukoharjo menghadapi penurunan hasil panen padi signifikan akibat musim hujan dan kendala ketersediaan pupuk bersubsidi.
  • Biaya operasional tanam padi Suranto cukup tinggi, memaksa pembelian pupuk non-subsidi karena jatah bersubsidi tidak memadai.
  • Petani senior Jumadi diversifikasi dengan menanam palawija seperti jagung untuk memitigasi risiko cuaca buruk dan keterbatasan air.

SuaraSurakarta.id - Di tengah hamparan sawah yang hijau, atau ladang palawija yang membentang di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tersimpan kisah perjuangan tak kenal lelah para petani.

Mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan, yang setiap hari bertaruh dengan cuaca tak menentu dan keterbatasan sumber daya demi sesuap nasi.

Suranto (46), petani dari Kecamatan Gatak, adalah salah satu dari mereka, yang suaranya mewakili ribuan petani lain yang menghadapi tantangan serupa.

"Musim hujan memang sangat pengaruh juga. Bisa turun 30-40 persen hasil panennya, kualitasnya juga kurang bagus," keluh Suranto, matanya menerawang jauh ke arah langit yang sewaktu-waktu bisa menumpahkan hujan deras atau terik menyengat.

Baca Juga:Satresnarkoba Polres Sukoharjo Tangkap Residivis Pengedar Sabu, Amankan Dua Paket Siap Edar

Baginya, hujan bukan selalu berkah. Saat musim penghujan, pengisian bulir padi tidak maksimal, hanya mencapai 80-100 persen dari potensi normal.

Seorang petani sedang menyemprot tanaman padi. (Suara.com/Ari Welianto)
Seorang petani sedang menyemprot tanaman padi. (Suara.com/Ari Welianto)

Hasilnya, panen padi yang biasanya bisa mencapai 1,5 ton saat kemarau, kini hanya bisa menyentuh angka 1 ton, bahkan kurang.

"Kalau musim kemarau bisa panen 1,5 ton, 1 ton 17 kwintal atau lebih. Di bawah 1 ton pernah," kenangnya, membandingkan masa-masa panen yang lebih melimpah.

Musuh utama Suranto dan rekan-rekan petani lainnya adalah hama yang tak henti merusak tanaman.

Namun, masalah pupuk juga menjadi duri dalam daging. Meskipun pupuk bersubsidi seperti Urea (Rp90 ribu) dan Phonska (Rp92 ribu) tersedia dengan kartu tani, jumlahnya terbatas.

Baca Juga:Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pengoplos Gas di Sukoharjo, Kerugian Negara Capai Rp 5,4 Miliar

"Satu hektar itu sekitar empat sak pupuk, itu buat satu tahun," ungkap Suranto, menggelengkan kepala.

Jumlah itu jelas kurang. Ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk non-subsidi seharga Rp 300 ribu per sak.

"Kalau nggak kayak gitu, nggak bisa tanam. Biasanya itu satu panenan satu sak pupuk. Jadi kita masih nombok sekitar 25 kilo pupuk lagi," imbuhnya, menggambarkan dilema yang dihadapi.

Untuk sekali tanam, biaya yang dikeluarkan Suranto tidak sedikit, bisa mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Angka itu sudah termasuk sewa traktor bajak Rp350 ribu dan upah tanam Rp350 ribu, belum lagi biaya pupuk dan obat-obatan.

"Itu belum kalau kondisi tidak normal, seperti diserang hama. Itu yang dilakukan pemupukan awal hingga penyemprotan rutin," jelasnya, menggambarkan betapa rentannya investasi mereka terhadap faktor eksternal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak