Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul

Petani Sukoharjo hadapi cuaca & pupuk langka. Panen turun drastis saat hujan. Biaya tinggi & harga jual tak menentu jadi tantangan utama.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 Februari 2026 | 19:22 WIB
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Ilustrasi kisah petani melawan cuaca ekstrem dan kurangnya pupu subsidi pemerintah. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Petani di Sukoharjo menghadapi penurunan hasil panen padi signifikan akibat musim hujan dan kendala ketersediaan pupuk bersubsidi.
  • Biaya operasional tanam padi Suranto cukup tinggi, memaksa pembelian pupuk non-subsidi karena jatah bersubsidi tidak memadai.
  • Petani senior Jumadi diversifikasi dengan menanam palawija seperti jagung untuk memitigasi risiko cuaca buruk dan keterbatasan air.

Harga jual gabah dari pemerintah dipatok Rp6.500 per kilogram, sementara tengkulak seringkali menawar di bawah harga itu.

"1 ton itu bisa sampai Rp 6,5 juta. Dulu pernah 1 ton dapat Rp 8 juta," kenang Suranto. Dalam setahun, ia bisa panen padi tiga kali.

Namun, panen pertama yang jatuh di musim hujan seringkali mengecewakan.

"Kalau petani biasanya senang kalau panen kedua dan ketiga, kalau panen pertama pasti menurun hasilnya. Karena kan musim penghujan, harga jualnya pun biasanya di bawah standar," ujarnya, dengan nada pasrah.

Baca Juga:Satresnarkoba Polres Sukoharjo Tangkap Residivis Pengedar Sabu, Amankan Dua Paket Siap Edar

Di desa yang sama, Jumadi (65), seorang petani senior, memiliki strategi berbeda.

Ia tak hanya menanam padi, tetapi juga palawija seperti jagung dan tembakau.

"Kalau sekarang ditanami jagung, sebelumnya tembakau. Biasanya kalau tembakau dua kali tanam. Karena memang airnya yang susah kalau disini," ujar Jumadi.

Petani sedang menanam bibit jagung. (Suara.com/Ari Welianto)
Petani sedang menanam bibit jagung. (Suara.com/Ari Welianto)

Ia juga merasakan dampak cuaca. Palawija, seperti jagung, tidak bagus jika terlalu banyak air.

"Kualitas jelas beda kalau dibandingkan pas musim kemarau. Kalau kemarau minimal bisa dapat 2,5 ton jagung," tuturnya.

Baca Juga:Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pengoplos Gas di Sukoharjo, Kerugian Negara Capai Rp 5,4 Miliar

Harga jual jagung bervariasi, dari Rp 2.000 hingga Rp 4.500 per kilogram. Dengan panen 2,5 ton saat kemarau, Jumadi bisa meraup Rp 7-8 juta.

Namun, saat musim hujan, hasilnya bisa turun menjadi Rp 5-6 juta. Kendala pupuk juga ia rasakan. Jatah 6 sak pupuk bersubsidi per tahun untuk satu hektar masih jauh dari cukup.

"Satu panen biasanya 2,5 kwintal atau 5 sak pupuk," katanya, menunjukkan defisit yang harus ditutupi dengan membeli pupuk non-subsidi yang mahal.

Kisah Suranto dan Jumadi adalah potret nyata perjuangan para petani di Sukoharjo.

Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berupaya menyediakan pangan bagi kita, di tengah ketidakpastian alam dan keterbatasan yang tak kunjung usai.

Kontributor : Ari Welianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak