Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok

Pasangan Karanganyar berjuang hidup & rawat Aira (4) dgn 2 penyakit langka. Mereka manfaatkan TikTok live utk nafkah, meski hasil tak menentu.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:52 WIB
Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok
Tangkapan layar ibu balita pengidap penyakit langka di Karanganyar. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pasangan Dian Aruna Mahesi dan Ranto Mekarsari asal Karanganyar berjuang hidup karena kondisi langka Aira.
  • Mereka memanfaatkan siaran langsung TikTok menggunakan tiga akun untuk mendapatkan penghasilan tambahan harian.
  • Penghasilan dari TikTok sangat fluktuatif, sering terhambat pembatasan platform akibat menampilkan kondisi Aira.

SuaraSurakarta.id - Dalam setiap kesulitan hidup, selalu ada jalan untuk bertahan dan terus maju. Begitu pula yang dilakukan oleh Dian Aruna Mahesi (34) dan suaminya, Ranto Mekarsari (39), pasangan asal Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar.

Di tengah ujian hidup yang berat, terutama dengan kondisi kesehatan anak bungsu mereka, Aira Cahya Mekarsari (4), yang mengidap dua penyakit langka, mereka tetap berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Salah satu cara yang mereka pilih adalah memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, untuk mencari penghasilan tambahan, meskipun hasil yang didapatkan tak selalu besar.

Kekuatan hati dan semangat mereka menjadi contoh nyata bahwa di tengah tantangan hidup, selalu ada jalan untuk bertahan.

Baca Juga:Wayang Kulit 'Semar Mbangun Jiwa' Hidupkan Kembali Budaya Jawa di D'Gondangrejo Karanganyar

Mengandalkan TikTok untuk Bertahan Hidup

Dian Aruna Mahesi mengelola tiga akun TikTok yang digunakan untuk siaran langsung, di mana ia berharap bisa memperoleh penghasilan dari hadiah atau gift yang diberikan penonton.

Ketiga akun tersebut diberi nama @aira.pejuang.sembuh, @aira.istimewa, dan @airaanaksurga. Meskipun hasil yang didapat tidaklah besar, Dian berharap bahwa usaha ini bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama kebutuhan Aira dan dua kakaknya.

"Saya dan suami berusaha mencari jalan untuk bertahan hidup. Salah satu cara yang kami pilih adalah dengan melakukan siaran langsung di TikTok. Meski hasilnya tidak selalu besar, kami tetap mencoba untuk mendapat penghasilan tambahan," kata Dian sebagaimana dikutip dari YouTube. 

Penghasilan yang Tak Menentu

Baca Juga:Update Korupsi Alkes Karanganyar: Penyidikan Tuntas, 6 Tersangka Bakal Disidangkan

Dian mengungkapkan bahwa penghasilan yang diperoleh dari siaran langsung di TikTok rata-rata hanya berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per sesi.

Hasil tersebut sangat bergantung pada gift yang diberikan oleh penonton yang mengikuti siaran langsungnya.

"Rp 50 ribu itu hasil akumulasi beberapa live, namun dari pihak TikTok sering terkena pembatasan. Apalagi kami sering menampilkan anak saya, Aira, di live, jadi kami terkena pembatasan yang membuat siaran langsung kami terhenti, bahkan tidak bisa live lagi selama beberapa waktu," ungkapnya.

Pembatasan yang diterapkan TikTok sering kali menjadi tantangan besar bagi Dian dalam mencari nafkah untuk keluarganya. Pembatasan durasi siaran langsung dan ketidakpastian terkait pemberian gift membuat penghasilan yang diperoleh tidak stabil dan tidak dapat diandalkan sepenuhnya.

Sebelum menjalani siaran langsung secara mandiri, Dian pernah ikut berpartisipasi dalam kegiatan Battle Coin yang diadakan oleh komunitas anak-anak istimewa di TikTok. Kegiatan ini sempat memberikan hasil yang lebih besar, yaitu sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, namun kegiatan tersebut terhenti enam bulan yang lalu karena kesibukan host yang mengatur acara.

Kini, Dian kembali mengandalkan siaran langsung secara mandiri meskipun hasil yang diperoleh tetap terbatas. Namun, ia terus menjalankan usaha tersebut dengan penuh semangat demi memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anaknya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak