facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sikap Keluarga Murid SMP Negeri 49 yang Dipukul Guru Membuat Wali Kota Eri Cahyadi Kagum

Siswanto Rabu, 02 Februari 2022 | 12:52 WIB

Sikap Keluarga Murid SMP Negeri 49 yang Dipukul Guru Membuat Wali Kota Eri Cahyadi Kagum
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu keluarga murid SMPN 49 Surabaya yang dipukul guru [Beritajatim]

Keluarga MR, murid SMP Negeri 49, sudah memaafkan guru yang memukul MR. Tapi bukan berarti mereka akan mencabut laporan ke polisi.

SuaraSurakarta.id - Keluarga MR, murid SMP Negeri 49 Kota Surabaya, sudah memaafkan guru yang memukul MR. Tapi bukan berarti mereka segera mencabut laporan ke polisi.

Kasus pemukulan yang dilakukan guru berinisial JS terhadap MR menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. 

Setelah itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi rumah MR.

Ayah dari MR, Ali Muhjayin, mengatakan keluarganya sudah lega setelah mengetahui JS tidak lagi mengajar di SMP Negeri 49 karena ditarik dinas pendidikan.

Setelah JS tak mengajar di sana lagi, keluarga MR sedang mempertimbangkan untuk mencabut laporan ke Polrestabes Surabaya.

“Ada kemungkinan. Bahkan besar kemungkinan saya bisa mencabut laporan. Saya masih pertimbangkan, saya perlu shalat istikharah untuk mengambil keputusan,” kata Ali.

Ali berharap Eri Cahyadi memahami langkah hukum yang dilakukannya.

“Saya mohon maaf pak, hanya karena saya, Surabaya menjadi perhatian nasional. Padahal, dari dalam hati yang paling dalam, saya sudah memaafkan beliau (JS),” kata Ali.

Ali mengapresiasi kunjungan Eri Cahyadi ke rumahnya. 

“Jadi, kesannya sangat luar biasa sampai dikunjungi pak wali ke sini,” kata Ali.

“Tidak pernah menyangka Pak Eri bisa datang ke sini. Luar biasa, saya senang sekali.” 

Eri Cahyadi memuji sikap Ali Muhjayin yang sudah memaafkan guru pemukul anak. Menurut dia, sikap seperti itu perlu dicontoh. 

“Hari ini kita bisa mencontoh kebesaran hatinya beliau seorang warga Kota Surabaya. Saya yakin jika banyak Pak Ali di Kota Surabaya, maka insya Allah Surabaya menjadi kota yang tenang, aman, dan barokah. Semuanya harus mencontoh Pak Ali, aku pun wali kota harus mencontoh Pak Ali,” kata dia.

Kasus pemukulan yang dilakukan guru terhadap murid, kata Eri Cahyadi, harus menjadi pembelajaran, terutama bagi guru.

Guru, kata Eri Cahyadi, merupakan orang tua kedua bagi anak.

"Semua orang tua pasti ingin anaknya berhasil sehingga saya minta tolong kepada semua guru untuk menyayangi dan mendidik putra putri calon pemimpin bangsa ini dengan ikhlas dan kasih sayang."

“Jadi, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, kalau ini terjadi lagi, meskipun orang tuanya memberikan maaf, anaknya menerima, tapi saya tidak akan pernah berhenti dalam menyelesaikan kasus itu. Saya selalu sampaikan, di zaman kepemimpinan saya, bekerjalah dengan hati, gunakan rasa gotong royong, gunakan rasa empati dan lakukan semuanya dengan ibadah,” kata dia.

Eri Cahyadi mengatakan akan membelikan dua sepeda untuk dua anak kembar Ali. Dia berpesan supaya mereka menjadi anak pintar dan berbakti kepada orangtya.

“Iya siap,” kata kedua anak itu.

Eri Cahyadi juga bertanya apakah keluarga Ali sudah masuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau belum. Sebab, mereka tinggal di tempat kos yang sederhana dan Ali hanya bekerja sebagai tukang sayur keliling.

Keluarga itu belum masuk MBR dan Ali menolak untuk dimasukkan ke MBR karena dia menilai masih muda dan masih sanggup untuk bekerja keras.

Eri Cahyadi ingin memberikan akses permodalan kepada Ali supaya bisa mengelola toko kelontong di daerah tersebut. “Saya salut kepada Pak Ali ini. Beliau ini patut dijadikan contoh, bahwa selama dia masih mampu untuk bekerja keras, apalagi masih muda, tidak menggantungkan kepada bantuan-bantuan pemerintah. Jadi, mungkin nanti beliau bisa mengelola toko kelontong saja dan nanti yang beli ASN-nya Pemkot Surabaya,” katanya. [Beritajatim]

Komentar

Berita Terkait