"Karena belajar dari pengalaman bulan Juni, di mana waktu itu juga tidak ada batasan usia. Di mana kami sering memberitahukan kepada pengunjung untuk tidak tidak bergerombol atau harus berjaga jarak dengan kelompok yang lain," jelasnya.
Sementara itu, untuk kuota, sesuai SE Wali Kota Solo yakni 25 persen dari jumlah pengunjung.
"Kapasitas kami itu 20 ribu, nah kalau 20 ribu itu kan maksimal bisa 5 ribu atau 25 persen," ungkapnya.
Namun, meski dibatas 25 persen atau 5 ribu pengunjung, pihaknya akan menerapkan buka tutup bila sudah mencapai 3 ribu.
Baca Juga:Meski Sudah 76 Tahun Merdeka, Tikus Pithi Sebut Indonesia Belum Ada yang Bisa Dibanggakan
"Tujuannya ya memaksimalkan prokes biar berjalan dengan baik juga. Misalnya nanti 3 ribu, pengunjung yang ada di luar tolong tunggu dulu. Kalau sudah keluar 10 sampai 50 nanti masuk, mengalirlah. Kayak kondangan itu," terangnya.
Salah satu wisatawan asal Karanganyar, Agus Riyadi merasa senang dengan adanya pembukaan Jurug Solo Zoo untuk semua usia.
"Bulan kemarin itu gak boleh masuk karena pandemi, berhubung diizinin 12 tahun ke bawah boleh ya alhamdulillah untuk masyarakat umum," tuturnya.
Terkait syarat masuk, Agus bersama anak istri harus melakukan scan barcode Aplikasi Peduli Lindungi.
"Sama beli karcis ya terus pakai hand sanitizer dan cek suhu. Prokes ketat. Bagus," tutupnya.
Baca Juga:Muncul Klaster PTM, Gibran Malah Perbolehkan Anak-anak Masuk Mal
Kontributor : Budi Kusumo