alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Alfian Pelajar dari Klaten yang Kedua Tangannya Diamputasi, Kini Punya Tangan Robot

Budi Arista Romadhoni Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:35 WIB

Kisah Alfian Pelajar dari Klaten yang Kedua Tangannya Diamputasi, Kini Punya Tangan Robot
Alfian Fahrul Nabila, 18, pemuda asal Dukuh Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, memiliki tangan robotik akhirnya terkabul. [Espos/Taufiq Sidik Prakoso]

Kisah pilu dialami oleh Pelajar Klaten ini, kedua tangannya diamputasi, tapi saat ini ia sudah memiliki tangan robot

Sayang, keinginan itu sulit terwujud lantaran keluarganya hidup sederhana dengan mengandalkan pendapatan sang ayah sebagai buruh tani.

Atas kondisi itu, kerabat Alfian bersama teman-temannya mulai menggalang donasi. Dari penggalangan tersebut, mereka bisa mengumpulkan donasi mencapai nominal sekitar Rp600 juta.

Sesuai niat awal, Alfian lantas menggunakan uang hasil donasi itu untuk membeli tangan robotik.

Satu tangan robotik untuk tangan kanan terbeli sekitar tiga bulan lalu. Harga tangan robotik itu sekitar Rp125 juta. Tangan robotik untuk tangan sisi kanan yang kini dimiliki Alfian merupakan buatan Undip.

Baca Juga: Kisah Mulia, Kades di Klaten Ini Bagikan Nasi Bungkus Setiap Hari ke Lansia dan ODGJ

Alfian mulai beradaptasi menggunakan tangan robotik menggunakan sumber energi dari baterai. Daya tahan tangan robotik itu diperkirakan bisa sampai empat jam.

Jemari tangan robotik digerakkan melalui perintah otot yang terhubung dengan sensor.Alfian memasang tangan robotik ketika dia membutuhkan seperti untuk makan dan minum.

“Terkadang dipakai agar terbiasa. Sekarang masih belajar pegang botol, memegang gelas plastik, dan lain-lain. Sebenarnya bisa digunakan untuk mengangkat beban sampai 4 kg. Tetapi belum pernah mengangkat barang sampai seberat itu. Takut rusak,” kata Alfian saat ditemui di rumahnya, Rabu (13/10/2021) sore.

Alfian sangat terbantu setelah bisa memiliki tangan robotik. Barang tersebut juga menambah kepercayaan diri Alfian.

Soal tangan robotik untuk tangan sisi kiri, Alfian sudah berencana membeli. Namun, dia baru membeli tangan robotik untuk tangan kiri itu setelah proses penyembuhan bekas luka rampung.

Baca Juga: Penemuan Mayat di Saluran Irigasi, Sempat Dikira Guling oleh Penjual Soto

Hingga kini, Alfian masih rutin kontrol dan terapi terutama untuk menyembuhkan bekas luka pada tangan sisi kiri. Pemeriksaan rutin itu dilakukan Alfian di puskesmas setempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait