Trenyuh! Tinggal Sekitar Bak Sampah, Pemulung Buta Ini Kehilangan Suami

"Saat meninggal, mbah putri ada di sampingnya. Namun karena buta, tuli, dan sulit untuk berjalan jadi kemungkinan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Suprapto.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 26 Januari 2021 | 19:32 WIB
Trenyuh! Tinggal Sekitar Bak Sampah, Pemulung Buta Ini Kehilangan Suami
Kondisi nenek Supadmi yang tinggal di sekitar bak sampah di Pasar Palur, Karanganyar.(Suara.com/istimewa)

SuaraSurakarta.id - Kisah sedih datang dari sepasang kakek-nenek bernama Harjanto Muhammad Mucjid alias Janto (76) dan isterinya, Supadmi (70) di Kabupaten Karanganyar. Mereka selama ini mengais rezeki sebagai pemulung dan tinggal di sekitar bak sampah di Pasar Palur.

Mirisnya, Supadmi berjuang hidup dalam kondisi keterbatasan fisik karena mengalami buta, tuli, dan tidak bisa berjalan layaknya orang normal.

Pilunya lagi, Janto diketahui meninggal dunia di lokasi dia tinggal, Senin (25/1/2021) sore. Kepada SuaraSurakarta.id, tokoh masyarakat setempat, Suprapto membenarkan cerita menyedihkan itu.

"Benar, Mbah Janto dan istrinya selama ini tinggal di sekitar tempat sampah di Pasar Palur. Jadi hanya dari triplek dan atapnya seng saja," ungkap pria yang akrab disapa Prapto Koting itu, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga:Tak Terima Difoto Saat Terima Sembako, Pemulung Ini Tepis Ponsel Donatur

Prapto memaparkan, Janto diketahui sudah sepekan ini sakit sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir di samping istri tercinta. Saat itu, meninggalnya warga asal Boyolali tersebut diketahu saat warga hendak memberikan bantuan makanan seperti hari-hari biasanya.

"Warga saat mengecek kondisi mbah kakung (Janto) sudah kaku. Mungkin perkiraan meninggalnya sore, karena saat itu warga datang sekitar maghrib," tuturnya.

"Saat meninggal, mbah putri (istri Janto) ada di sampingnya. Namun karena buta, tuli, dan sulit untuk berjalan jadi kemungkinan tidak bisa berbuat apa-apa," tambah Prapto.

Karena hanya tinggal bersama sang istri tercinta, proses pemakaman Janto diurus oleh warga setempat. Prapto menyebut jenazah Janto dikebumikan di makam Desa Ngringo, Selasa (26/1/2021) pukul 01.00 WIB.

Seteleh tragedi memilukan itu, warga berusaha menghubungi keluarga Janto di Boyolali. Beruntung, melalui perangkat desa setempat, keluarga kakek malang itu akhirnya ditemukan.

Baca Juga:Kisah PKL Karanganyar, Jual TV untuk Bertahan Hidup Selama PPKM

"Alhamdulilah keluarga di Boyolali akhirnya bisa dihubungi. Mereka juga sempat nyekar (takziah) ke makam Mbah Janto," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini