- Ditressiber Polda Jawa Tengah membongkar sindikat penipuan internasional bermodus investasi kripto di wilayah Solo dan Sukoharjo.
- Sebanyak 39 tersangka dari Indonesia, Nepal, dan Myanmar ditangkap karena menguras dana korban Amerika senilai Rp41,1 miliar.
- Sindikat beroperasi secara profesional dengan taktik psikologis dan melibatkan mantan artis untuk memanipulasi korban selama Juli 2025–Mei 2026.
SuaraSurakarta.id - Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah sukses membongkar markas penipuan siber internasional bermodus pig butchering (penggemukan korban) yang beroperasi di wilayah Solo dan Sukoharjo.
Kasus ini mencuri perhatian publik bukan hanya karena kerugiannya yang fantastis, melainkan karena isi jeroan operasional sindikat yang berjalan sangat rapi.
Berikut adalah 5 fakta menarik di balik pengungkapan sindikat crypto-romance lintas negara tersebut:
1. Mempekerjakan Mantan Artis Indonesia sebagai Umpan Video Call
Fakta paling mengejutkan dari sindikat ini adalah keterlibatan seorang figur publik lokal. Demi memuluskan aksi, pelaku menyertakan model perempuan asli untuk melakukan video call jika korban pria mulai curiga.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Himawan Sutanto Saragih, membeberkan bahwa salah satu model perempuan yang direkrut berinisial F, yang ternyata merupakan mantan artis di Indonesia.
Strategi ini aman bagi sindikat karena target operasi mereka adalah warga negara Amerika Serikat yang sama sekali tidak mengenali peta selebritas tanah air.
2. Dikelola Profesional Layaknya Perusahaan Korporat
Sindikat ini tidak bergerak amatiran, melainkan mengadopsi struktur manajemen perusahaan modern. Berdasarkan hasil interogasi, operasional harian dibagi ke dalam desk kerja yang sangat spesifik dan difasilitasi komputer serta ponsel pintar oleh sang bos:
Baca Juga: Polsek Nguter Pasang Barier di Pertigaan Jembatan Lama, Antisipasi Kepadatan Arus Mudik
- Leader: Menyediakan modal perangkat, menyusun strategi, dan memanipulasi sistem penarikan uang.
- Supervisor (SPV): Mengawasi ritme kerja harian.
- Asisten Marketing: Bertugas khusus melakukan swipe right massal di aplikasi kencan (Tinder, Boo, Puf ) guna menjaring korban potensial.
- Marketing: Mengambil alih komunikasi ke WhatsApp untuk membangun hubungan emosional yang intens.
3. Menerapkan Taktik Psikologis "Penggemukan Babi" (Pig Butchering)
Nama modus pig butchering diambil dari analogi peternakan: babi diberi makan hingga gemuk sebelum akhirnya disembelih. Dalam kasus ini, pelaku sengaja menahan diri untuk tidak membahas uang di awal hubungan.
Mereka fokus memberikan perhatian penuh, obrolan manis, dan kasih sayang palsu dalam jangka waktu tertentu hingga korban merasa memiliki ikatan batin yang kuat dan percaya sepenuhnya (proses penggemukan). Setelah korban tak berdaya secara emosional, barulah mereka disembelih lewat jebakan investasi.
4. Menjebak Korban Lewat Situs Komoditas Kripto Manipulatif
Setelah "gemuk" oleh cinta palsu, korban diarahkan untuk berinvestasi di situs buatan mereka, `livetradingcrypto.com`. Hebatnya, sistem di dalam situs ini sudah direkayasa.
Pada pencairan awal, pelaku sengaja memunculkan keuntungan semu agar korban tergiur menyetor modal yang jauh lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan