- Polda Jawa Tengah membongkar sindikat penipuan daring internasional berkedok perusahaan PT Digi Global Konsultan di Kabupaten Sukoharjo.
- Sebanyak 39 tersangka, termasuk 11 warga negara asing, diringkus karena melakukan penipuan asmara dan investasi kripto manipulatif.
- Sindikat tersebut berhasil menguras uang 133 korban asal Amerika Serikat senilai Rp41,1 miliar selama periode 2025 hingga 2026.
SuaraSurakarta.id - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah berhasil membongkar sindikat penipuan daring internasional bermodus penipuan asmara dan investasi manipulatif pig butchering.
Mengejutkannya, jaringan global ini menjadikan sebuah wilayah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sebagai markas komando untuk memburu ratusan korban yang berada di Amerika Serikat.
Dalam pengungkapan besar ini, Polda Jateng menetapkan 11 Warga Negara Asing (WNA) sebagai tersangka utama dari total puluhan pelaku yang diringkus.
"Total tersangka 39 orang. Tujuh warga Negara Nepal, empat warga Negara Myanmar, sisanya WNI," kata Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih di Semarang, Senin (1/6/2026).
Berkedok Konsultan, Operasikan "Pabrik Cinta" Palsu
Untuk mengelabui aparat dan masyarakat setempat, sindikat ini beroperasi secara terorganisasi dengan kedok sebuah perusahaan resmi bernama PT Digi Global Konsultan di Sukoharjo.
Kantor tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat operasional digital, melainkan juga menjadi tempat perekrutan pekerja (WNI) yang dilatih untuk menjalankan alur penipuan.
Struktur organisasi mereka sangat rapi, mulai dari jajaran pimpinan, tim *marketing* yang agresif, hingga model khusus yang bertugas melakukan panggilan video demi meyakinkan para korban.
Kantongi Rp41,1 Miliar dari 133 Korban
Baca Juga: Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG
Efektivitas taktik manipulasi psikologis ini terbukti sangat fatal. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun—sejak Juli 2025 hingga Mei 2026—sindikat Sukoharjo ini tercatat telah menjebak sedikitnya 133 orang warga negara Amerika Serikat.
Dari ratusan korban tersebut, aliran dana yang berhasil dikuras dan menjadi keuntungan bersih sindikat ini menembus angka fantastis, yakni Rp41,1 miliar.
Selain menyegel kantor PT Digi Global Konsultan, tim Siber Polda Jateng juga bergerak menggeledah sejumlah rumah indekos yang disewa sebagai fasilitas pendukung operasi para WNA tersebut.
Dari lokasi penggeledahan, polisi menyita "senjata perang siber" berupa ratusan unit telepon seluler, komputer meja (PC), serta komputer jinjing (laptop). Atas kejahatan lintas negara ini, para tersangka kini dijerat dengan Pasal Berlapis dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 492 KUHP tentang penipuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada